Lapis Satu, Inovasi One Stop Service Unggulan BPS Kabupaten Madiun

  • 01 Jul 2026 12:17 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun menciptakan sebuah terobosan baru dalam dunia pelayanan publik digital melalui peluncuran aplikasi berbasis Android bernama Lapis Satu. Di balik penamaannya yang tidak biasa, aplikasi ini menjadi jawaban modern atas komitmen birokrasi yang adaptif terhadap kemajuan teknologi digital.

Aplikasi yang dibuat BPS Kabupaten Madiun ini dirancang khusus untuk memotong jalur birokrasi yang panjang dengan mengadopsi sistem pelayanan satu atap (one stop service). Melalui sistem ini, seluruh bentuk interaksi data publik tidak lagi membutuhkan banyak tautan terpisah yang membingungkan masyarakat. Wisma Eka Nurcahyanti SST., MT Kepala BPS Kabupaten Kabupaten Madiun saat berdialog dalam acara Literasi Digital Programa 1 RRI Madiun, Selasa 30 Juni 2026 mengungkapkan bahwa Lapis Satu ini adalah sebuah aplikasi one stop service. “Di dalamnya, beberapa layanan yang dulunya terpisah kanal-kanalnya, sekarang kami jadikan satu pintu. Mulai dari layanan permintaan data, layanan konsultasi, layanan pengaduan, hingga layanan magang," kata Wisma.

Latar belakang pembuatan aplikasi ini bermula dari evaluasi internal mengenai pengelolaan media informasi BPS Kabupaten Madiun terdahulu yang masih terfragmentasi. Banyaknya saluran komunikasi mandiri seperti situs web resmi, nomor aduan terpisah, dan berkas fisik dinilai menyulitkan masyarakat awam yang membutuhkan efisiensi waktu. Hal ini diakui langsung oleh Elizabeth Trilaksmi, Pranata Komputer Ahli Muda BPS Kabupaten Madiun yang mengawal langsung transformasi teknis ini. "Jadi, Lapis Satu ini betul seperti yang disampaikan Bu Wisma, perangkat dari kegundahan kami. BPS Kabupaten Madiun itu punya banyak sekali layanan, tapi tersebar. Ada di website, ada nomor layanan PESILAT, ada pengajuan magang, dan semuanya itu dari pintu yang berbeda-beda," kata Elizabeth saat mendampingi dalam dialog Literasi Digital.

Menariknya, penggunaan nama Lapis Satu ternyata memang benar-benar terinspirasi dari filosofi kue tradisional lapis yang memiliki karakteristik tumpukan tebal. BPS Kabupaten Madiun secara cerdas mengadopsi analogi visual panganan tersebut untuk menggambarkan penyatuan berbagai macam lapisan bentuk pelayanan yang mereka miliki. "Filosofinya memang terinspirasi dari kue lapis. Kue lapis kan banyak tumpukannya ya? Nah, banyak sisi pelayanan berlapis-lapis yang mau kami berikan kepada pengguna, itu kami satukan menjadi Lapis Satu," tutur Elizabeth.

Sejak resmi dapat di unduh di Google Play Store per awal tahun 2026, aplikasi ini terbukti mempermudah kelompok masyarakat luas dalam menjangkau data strategis wilayah tanpa batasan ruang. Pengguna tidak perlu lagi dipusingkan dengan keharusan mengingat nomor kontak petugas layanan pelanggan (customer service) atau admin help desk yang berbeda untuk keperluan yang berlainan. Seluruh sistem kini otomatis mengarahkan pemohon ke unit penanganan yang sesuai secara digital, baik melalui konferensi video maupun pesan singkat instan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....