Marhaenisme Jadi Bahasan Utama Diskusi Gen Z di Magetan
- 01 Jul 2026 00:19 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan – Gagasan Marhaenisme kembali menjadi topik pembahasan dalam Soekarno Talk-In yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan sebagai rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026. Diskusi yang diikuti ribuan peserta itu menghadirkan pengamat politik Rocky Gerung dan akademisi Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi Kusman, penulis buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z.
Dalam pemaparannya, Airlangga menjelaskan bahwa Marhaenisme lahir dari pembacaan Bung Karno terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia yang saat itu diwarnai ketimpangan ekonomi. Menurutnya, gagasan tersebut muncul sebagai kritik terhadap sistem yang menyebabkan penguasaan modal dan sumber daya hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.
"Marhaenisme berangkat dari realitas masyarakat Indonesia. Bung Karno melihat adanya ketimpangan akibat sistem ekonomi yang membuat kekayaan dan sumber daya terkonsentrasi pada segelintir orang. Persoalan seperti itu masih relevan untuk dibahas hingga sekarang," ujarnya.
Ia mengatakan buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z disusun untuk membuka ruang dialog bagi generasi muda agar tidak hanya mengenal Marhaenisme sebagai istilah sejarah, tetapi juga memahami konteks lahirnya gagasan tersebut.
Sementara itu, Rocky Gerung mengajak peserta melihat Marhaenisme sebagai cara memahami kehidupan sosial secara lebih luas. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak hanya berbicara mengenai persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap martabat manusia.
"Marhaen adalah kita. Artinya, persoalan yang dihadapi rakyat bukan sekadar milik kelompok tertentu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk dipahami dan dicarikan jalan keluarnya," kata Rocky di hadapan peserta.
Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah mahasiswa dan peserta dari berbagai daerah di Madiun Raya menyampaikan pertanyaan mengenai relevansi pemikiran Bung Karno terhadap tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari kesenjangan sosial, pendidikan, hingga perkembangan teknologi informasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Diana A.V. Sasa, mengatakan forum tersebut sengaja dirancang sebagai ruang bertukar gagasan, bukan sekadar peluncuran buku. Menurutnya, generasi muda perlu diberi kesempatan untuk mengenal berbagai pemikiran kebangsaan melalui dialog yang terbuka.
"Kami ingin anak-anak muda membaca kembali pemikiran Bung Karno melalui diskusi. Dengan begitu mereka dapat memahami konteks lahirnya Marhaenisme dan menilainya secara kritis, bukan hanya berdasarkan persepsi yang berkembang," ujar Diana.
Selain menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno, Soekarno Talk-In juga menjadi forum literasi yang mempertemukan akademisi, tokoh publik, dan masyarakat untuk mendiskusikan kembali gagasan-gagasan kebangsaan yang dinilai masih relevan dengan kondisi Indenesia saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....