Cuaca Madiun Raya 28 – 30 Juni, Cerah – Cerah Berawan, Hujan Ringan di Ponorogo & Pacitan.

  • 28 Jun 2026 14:04 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, musim kemarau semakin meluas di sebagian besar wilayah Jawa Timur, meskipun masih terdapat beberapa daerah yang sesekali mengalami hujan. Sebab berdasarkan prediksi awal musim, sejumlah Zona Musim (ZOM) memang baru memasuki musim kemarau pada Juni Dasarian II hingga III. Pengamat Meteorologi dan Geofisikan BMKG Nganjuk Setiyaris mengatakan, dalam beberapa hari ke depan, Monsun Australia diperkirakan semakin menguat sehingga membawa massa udara yang lebih kering dan menyebabkan peningkatan kecepatan angin di beberapa wilayah. Kondisi itu juga akan membuat peluang hujan semakin rendah, sementara minimnya tutupan awan menyebabkan penyinaran matahari lebih maksimal sehingga suhu udara pada siang hari tetap terasa panas. Meskipun demikian, hujan lokal masih berpotensi terjadi secara sporadis akibat pengaruh pemanasan permukaan dan dinamika atmosfer skala lokal, namun secara umum kondisi cuaca di Jawa Timur akan semakin didominasi oleh karakteristik musim kemarau. Setiyaris menyebut, untuk cuaca wilayah Madiun Raya 3 hari kedepan didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan. Suhu udara berkisar antara 20–33°C dengan kelembapan relatif 53–94%. Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan 15–25 km/jam, namun berpotensi meningkat hingga 35 km/jam terutama di kawasan lereng Gunung Lawu, seperti Sarangan, Kabupaten Magetan. Peluang hujan secara umum rendah, meskipun hujan ringan bersifat lokal masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Ponorogo dan Pacitan.

“Peluang hujan dengan intensitas ringan dan bersifat lokal dapat terjadi di wilayah Kabupaten Ponorogo dan Pacitan, terutama pada sore hingga malam hari akibat pengaruh kondisi atmosfer lokal,” ungkap Setiyaris, Minggu, 28 Juni 2026.

Dijelaskan, kombinasi cuaca terik, kelembapan udara yang cenderung rendah, dan angin yang bertiup cukup konstan membuat kondisi udara terasa lebih kering. Masyarakat diimbau untuk menjaga kecukupan cairan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih serta menghindari paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu yang lama, terutama pada siang hingga sore hari. Pengendara, khususnya sepeda motor, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap embusan angin yang cukup kencang di kawasan terbuka, pegunungan, dan jalur pesisir. Mengingat kondisi cuaca yang cenderung kering disertai angin yang menguat, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan guna mencegah terjadinya kebakaran lahan dan permukiman. (Shabrina).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....