Desa Binade Perkuat Sistem Perlindungan Anak, Tekankan Pendekatan Edukasi dan Kel
- 28 Jun 2026 19:59 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, PONOROGO – Upaya pencegahan perkawinan anak di Desa Binade, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, kini diarahkan pada penguatan sistem perlindungan berbasis keluarga dan masyarakat. Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Balai Desa Binade, Selasa 23 Juni 2026, yang tidak hanya membahas penyusunan Profil Gender Desa, tetapi juga menggali akar persoalan sosial yang memicu tingginya kerentanan remaja.
Dalam forum tersebut terungkap bahwa faktor keluarga menjadi salah satu penyebab utama munculnya berbagai persoalan remaja, termasuk perkawinan anak. Guru Bimbingan Konseling menyampaikan bahwa kondisi seperti perceraian orang tua, minimnya komunikasi dalam keluarga, hingga orang tua yang bekerja di luar daerah, turut meningkatkan risiko anak mengambil keputusan yang tidak tepat dalam hidupnya.
Selain itu, kehamilan di luar nikah juga masih menjadi pemicu terjadinya perkawinan anak. Namun, para peserta FGD sepakat bahwa langkah menikahkan anak bukanlah solusi jangka panjang. Sebaliknya, pendekatan yang lebih komprehensif seperti pendampingan psikologis, penguatan peran keluarga, serta pendidikan dinilai jauh lebih efektif dalam mencegah kasus serupa.
Dari sisi keagamaan, tokoh agama yang hadir menegaskan bahwa pernikahan dalam ajaran agama tidak semata diukur dari usia, melainkan juga kesiapan mental dan kemampuan menjalani kehidupan rumah tangga. Pendekatan ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi menjadikan pernikahan dini sebagai jalan keluar dari persoalan sosial.
Sementara itu, sektor kesehatan juga turut berperan aktif dalam upaya pencegahan. Puskesmas setempat menyampaikan bahwa edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, hingga pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri telah rutin dilakukan di sekolah. Program ini menjadi bagian penting dalam membekali remaja dengan pengetahuan yang cukup untuk menjaga kesehatan dan masa depan mereka.
Rektor UIN Kyai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Dr. Evi Muafiah, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan ini. Ia menyatakan, “Profil Gender Desa bukan sekadar data, tetapi menjadi instrumen penting dalam merancang kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak.” Dengan sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, pendidik, tokoh agama, dan masyarakat, Desa Binade diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....