Cuaca Madiun Raya 25 – 27 Juni, Waspadai Hujan Lokal di Ponorogo & Wilayah Pegunungan
- 25 Jun 2026 13:36 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari ke depan masih menunjukkan kondisi yang mendukung pembentukan awan hujan meskipun sebagian besar wilayah telah memasuki musim kemarau. Pengamat Meteorologi dan Geofisikan BMKG Nganjuk Setiyaris mengatakan, kondisi itu dipengaruhi oleh kombinasi faktor atmosfer skala regional dan lokal yang dapat meningkatkan konvergensi massa udara, ketersediaan uap air yang cukup di lapisan bawah hingga menengah atmosfer, serta labilitas atmosfer yang kuat akibat pemanasan permukaan pada siang hari. Selain itu faktor topografi Jawa Timur yang didominasi pegunungan dan perbukitan juga turut mendukung proses pengangkatan massa udara sehingga memperbesar peluang terbentuknya awan konvektif. Oleh karena itu, meskipun telah memasuki periode musim kemarau, potensi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi secara lokal, terutama pada siang hingga malam hari di beberapa wilayah Jawa Timur. Sedangkan untuk wilayah Madiun Raya, cuaca dalam 3 hari kedepan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dan perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan skala lokal pada siang menjelang sore dan malam hari.
”Secara umum cuaca dalam 3 hari kedepan untuk wilayah Madiun Raya didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan skala lokal pada siang menjelang sore dan malam hari terutama untuk wilayah Kabupaten Ponorogo dan juga wilayah-wilayah yang memiliki topografi pegunungan atau perbukitan,” ungkap Setiyaris, Kamis 25 Juni 2026.
Setiyaris menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Meskipun saat ini masih dalam periode musim kemarau dengan kondisi umumnya cerah, karena hujan lokal disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi di beberapa wilayah. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan seperti pengguna jalan dan petani disarankan selalu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG serta mengantisipasi dampak cuaca ekstrem sesaat. Seperti angin kencang, genangan lokal, dan jarak pandang berkurang, sekaligus tetap mewaspadai kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan, kekurangan air bersih, serta gangguan kesehatan akibat suhu siang hari yang relatif panas. (Shabrina).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....