Jangan Gabungkan Niat Puasa Tasu'a dan Asyura, Ini Penjelasannya

  • 24 Jun 2026 10:49 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Bulan Muharram menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Selain dikenal sebagai salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah Swt., Muharram juga dianjurkan untuk diisi dengan berbagai amalan sunah, salah satunya berpuasa. Puasa di bulan Muharram, terutama pada hari Tasu'a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram), memiliki keutamaan yang besar sebagaimana diajarkan Rasulullah saw. Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan datangnya bulan Muharram untuk memperbanyak ibadah sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Puasa Tasu'a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Rasulullah saw. menganjurkan pelaksanaan kedua puasa tersebut karena memiliki keutamaan yang besar. Khusus puasa Asyura, Rasulullah saw. menyebutkan bahwa orang yang menjalankannya dengan ikhlas mengharap ridha Allah diharapkan memperoleh ampunan atas dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.

Adapun niat puasa Tasu'a dapat dibaca sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma Tāsū‘ā’a sunnatan lillāhi ta‘ālā.”

Artinya, “Saya berniat puasa sunah Tasu'a karena Allah Ta'ala.”

Sementara itu, niat puasa Asyura adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma ‘Āsyūrā’a sunnatan lillāhi ta‘ālā.”

Artinya, “Saya berniat puasa sunah Asyura karena Allah Ta'ala.” Niat tersebut dapat dibaca pada malam hari hingga sebelum waktu zuhur selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, sesuai ketentuan puasa sunah.

Narasumber Kajian Islami Mutiara Pagi Programa 1 RRI Madiun, Ustadz Prof. Dr. KH. Muhammad Sutoyo, M.Ag,Kamis 18 Juni 2026, mengingatkan bahwa setiap ibadah memiliki niat yang berdiri sendiri sehingga tidak boleh menggabungkan dua niat puasa dalam satu pelaksanaan ibadah. Menurutnya, niat merupakan bagian penting yang menentukan tujuan dari suatu amalan ."Niat puasa haruslah satu, tidak boleh menggabungkan dua niat sekaligus dalam satu waktu ibadah, meskipun puasa Tasu'a itu hari Kamis, jangan digabung dengan niat puasa Senin-Kamis," tuturnya.

Ustad Sutoyo Berharap umat Islam dapat memahami tata cara pelaksanaan puasa sunah dengan benar agar ibadah yang dilakukan sesuai tuntunan syariat. Momentum bulan Muharram pun diharapkan menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat keimanan, serta menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....