Sebelas Desa di Ngawi Rawan Kekeringan dan Krisis Air Bersih
- 23 Jun 2026 07:48 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ngawi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi memetakan sebanyak 11 desa rawan kekeringan pada musim kemarau tahun 2026. 11 Desa ini berpotensi mengalami krisis air bersih.
Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Ngawi, Partoyo, menyampaikan jumlah desa yang terancam kekeringan tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, terdapat 13 wilayah yang masuk kategori rawan kekeringan.
"Musim kemarau tahun 2026 ini, BPBD Ngawi memetakan 11 desa di lima kecamatan yang terancam mengalami kekeringan. Jumlahnya lebih sedikit dibanding tahun lalu," ujar Partoyo, Senin 22 Juni 2026.
Menurut Partoyo, jumlah wilayah terdampak kekeringan menurun karena adanya berbagai upaya mitigasi yang telah dilakukan pemerintah daerah. Salah satunya melalui pembangunan jaringan pipanisasi saluran air di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan.
Berdasarkan pemetaan BPBD, sedikitnya 3.735 jiwa dari 941 kepala keluarga (KK) di 11 desa berpotensi mengalami krisis air bersih selama musim kemarau tahun ini. Wilayah yang selama ini memiliki tingkat kerawanan kekeringan cukup tinggi berada di lima kecamatan, yakni Kecamatan Ngawi, Pitu, Sine, Bringin, dan Kasreman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....