Cuaca Madiun Raya 22 – 24 Juni, Waspadai Hujan Lokal Wilayah Ngawi, Magetan, Ponorogo

  • 22 Jun 2026 15:03 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, dinamika atmosfer yang memengaruhi prospek cuaca di wilayah Madiun Raya saat ini didominasi oleh kondisi musim kemarau yang diperkuat oleh indikasi fase awal El Niño serta dominasi angin timuran dari Benua Australia yang membawa massa udara lebih kering. Sehingga cuaca umumnya cerah dengan tutupan awan minim pada pagi hingga siang hari. Namun demikian, potensi hujan lokal masih tetap ada akibat pengaruh faktor topografi dan sisa aktivitas gelombang Equatorial Rossby yang meningkatkan labilitas atmosfer, serta dukungan belokan dan konvergensi angin yang dipengaruhi secara tidak langsung oleh Siklon Tropis Mekkhala. Pengamat Meteorologi dan Geofisikan BMKG Nganjuk Setiyaris mengatakan, kombinasi kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan awan konvektif, termasuk awan Cumulonimbus, masih berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari dan dapat memicu hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal, tidak merata, serta sesekali disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di beberapa wilayah.

“Secara umum cuaca dalam 3 hari kedepan untuk wilayah Madiun Raya didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan skala lokal pada siang menjelang sore dan malam hari terutama untuk wilayah Kabupaten Ngawi, Magetan dan Ponorogo,” ungkap Setiyaris, Senin 22 Juni 2026.

Setiyaris menghimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada siang hingga malam hari. Meskipun saat ini sedang memasuki musim kemarau dan cuaca umumnya cerah, hujan lokal yang disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah. Bagi pengguna jalan, petani, dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, disarankan untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca terkini serta mengantisipasi dampak cuaca ekstrem sesaat seperti pohon tumbang, genangan lokal, dan berkurangnya jarak pandang saat hujan. Di sisi lain, masyarakat juga perlu mewaspadai kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan, kekurangan air bersih, serta gangguan kesehatan akibat suhu udara yang relatif panas pada siang hari. (Shabrina).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....