Disperkim Ngawi Kebut Jembatan Penghubung untuk Dongkrak Perekonomian
- 22 Jun 2026 09:01 WIB
- Madiun
NGAWI – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Ngawi terus mematangkan pengerjaan fisik terutama jembatan penghubung di Desa Jatipuro Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman Disperkim Ngawi, Pipit Dwi Herlina, mengungkapkan bahwa pengerjaan jembatan saat ini sudah diawali dengan pembangunan fondasi jembatan (abutment). Berdasarkan rencana awal, progres yang ditargetkan sebesar 1,63%, namun realisasi di lapangan hingga berita ini diturunkan menunjukkan deviasi positif yang cukup signifikan sekitar 8 sekian persen lebih.
Pipit menjelaskan, jembatan ini memiliki peran vital sebagai infrastruktur penghubung antara kawasan ketahanan pangan di daerah Jatipuro dan sekitarnya menuju ke wilayah Jatipuro Barat. Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga dan mendongkrak perekonomian lokal. Secara teknis, jembatan ini memiliki total panjang 24 meter dengan lebar bentang mencapai 4 meter.
“Ini jembatan penghubung antara kawasan ketahanan pangan daerah Jatipuro dan sekitarnya dengan wilayah Jatipuro barat untuk kegiatan mobilisasi ekonominya. Total jembatan panjang 24 meter dengan bentang 4 meter”kata Pipit.
Lebih lanjut, Pipit menambahkan bahwa setelah pengerjaan jembatan ini mendekati selesai, pihak Disperkim akan langsung melanjutkan dengan perbaikan akses jalan yang menuju ke jembatan tersebut.
Diketahui, Kegiatan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Terdapat tiga fokus kegiatan utama dalam program kali ini. Meliputi pembangunan jembatan, perbaikan jalan, dan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Seluruh rangkaian program—mulai dari pembangunan jembatan, perbaikan jalan, hingga program RTLH—didanai dengan pagu anggaran total sekitar Rp2,7 miliar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....