Wamenag hingga Wakil MPR RI Hadiri Sarasehan Nasional 100 Tahun Gontor
- 20 Jun 2026 14:31 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ponorogo - Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo mengadakan sarasehan nasional Kiai Pesantren Ashriyah, Muballigh alumni Gontor dan FORBIS National Economic Summit and Expo 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu (20/6/2026) dan Minggu (21/6/2026).
Acara tersebut dihadiri Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Romo R. Muhammad Syafi'i. Sejumlah alumni dan ulama pun turut hadir di antaranya Abu Bakar Ba'asyir dan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid.
Wamenag mengapresiasi PMDG, bahwa program-program yang dihadirkan mampu menjawab semua kebutuhan dan tantangan. Sebagaimana UU No.18/2019 tentang Pesantren, Gontor tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juta lembaga dakwah dan pemberdayaan.
"Sudah banyak alumni Gontor yang berdaya. Ke depan kita berharap Gontor bisa membangun peradaban Indonesia dan dunia. Tentu tantangan ke depan adalah mempertahankan prestasi. Kedua, menjawab tantangan ke depan yang semakin kompleks," ujarnya.
"Gontor tidak hanya untuk Indonesia tetapi sudah harus mendunia karena interdependensi negara sudah sedemikian kuat, saya melihat itu sudah dirintis di Gontor. Saya kira Gontor siap menata dirinya untuk memberikan kontribusi kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat," tambahnya.
Di kesempatan yang sama alumni Gontor tahun 1978 yang juga Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid turut mengapresiasi keberadaan Gontor yang terus tumbuh. Baginya, Gontor kini telah mampu menjawab berbagai tantangan dan mengisi peluang.
"Dan di 100 tahunnya ini Gontor menghadirkan kolaborasi yang luar biasa di antara potensi yang dimiliki melalui kurikulum yang dikembangkan para alumninya. Para alumni inilah yang kemudian menyebarkan nilai-nilai yang telah diajarkan di Gontor hingga menjadi komunitas pesantren, komunitas muballigh, komunitas pebisnis dan komunitas lain dan berbagai event," ungkapnya.
Sementara itu salah satu pimpinan pondok Gontor, K.H Hasan Abdullah Sahal menyampaikan bahwa kegiatan sarasehan dalam rangka peringatan 100 tahun Gontor itu bertujuan untuk bertukar gagasan, memperkuat ukhuwah serta merumuskan langkah strategis dalam menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan.
"Gontor itu bukan melayani konsumen tetapi menjual produk, dan itu sudah dirintis dan laku sampai 100 tahun ini. Tentu yang akan datang harus lebih baik dari ini semua dan kegiatan yang kita lakukan ini tentunya bukan untuk berbangga, tapi bentuk syukur," jelasnya.
Seperti diketahui Gontor bertekad menjaga warisan, memperkuat komitmen dan melanjutkan pengabdian untuk umat, bangsa dan peradaban.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....