Jelang Kemarau, Disperkim Cek Ketersediaan Air
- 20 Jun 2026 09:09 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ngawi - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Ngawi melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap sejumlah instalasi penyediaan air bersih. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan ekstrem seiring adanya prediksi dari BMKG terkait adanya El Nino Godzila.
Kabid Kawasan Permukiman Disperkim Kabupaten Ngawi Pipit Dwi Herlina menjelaskan Disperkim Kabupaten Ngawi tengah memetakan dan mengecek langsung kondisi di lapangan, Antaralain di Desa Sidorejo, Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi. Diketahui, kapasitas air yang ada di tandon SPAM setempat masih mencukupi.
"Kami mencoba mengecek, dan hasilnya untuk idle capacity (kapasitas yang belum terpakai) di sana ternyata masih mencukupi. Jika masyarakat sekitar sangat membutuhkan, kami akan lakukan optimalisasi," jelas Pipit, Jumat 19 Juni 2026.
Pipit menjelaskan untuk wilayah utara Ngawi yang masuk dalam zona Non-Cekungan Air Tanah (Non-CAT), Disperkim akan menerapkan sistem kolaborasi. Wilayah-wilayah rawan kekeringan tersebut akan disuplai dari daerah sekitar yang masih memiliki kelebihan kapasitas air.
Pipit menambahkan secara umum, satu sistem instalasi air bersih di Ngawi rata-rata memiliki debit air 3 liter per detik. Kapasitas ini idealnya mampu menyuplai kebutuhan air bersih untuk sekitar 300 penerima manfaat atau Sambungan Rumah (SR). Hingga saat ini, total terdapat 217 sistem instalasi air bersih yang telah dibangun dan tersebar di 138 desa di seluruh Kabupaten Ngawi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....