Cuaca Madiun Raya 19 - 21, Cerah - Cerah Berawan, Waspadai Peningkatan Kecepatan Angin.

  • 19 Jun 2026 13:58 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, dinamika atmosfer global dan regional, dalam sepekan ke depan belum terdeteksi adanya gangguan cuaca signifikan yang secara langsung memengaruhi wilayah Jawa Timur. Musim kemarau diprakirakan semakin meluas di sejumlah wilayah yang ditandai dengan penurunan curah hujan serta menguatnya Monsun Australia yang membawa massa udara relatif kering dari Benua Australia menuju Indonesia. Pengamat Meteorologi dan Geofisikan BMKG Nganjuk Setiyaris mengatakan, perkembangan fenomena El Niño yang diprakirakan meningkat dari kategori lemah menuju moderat turut berkontribusi terhadap berkurangnya suplai uap air di wilayah Indonesia, sehingga berpotensi menyebabkan curah hujan berada di bawah normal dan memperkuat karakteristik musim kemarau dalam beberapa bulan ke depan. Di sisi lain, terdapat potensi pembentukan siklon tropis di Samudra Pasifik Barat sebelah utara Papua yang dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia. Sistem ini berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif dan curah hujan di wilayah Indonesia bagian timur serta meningkatkan kecepatan angin di perairan sekitarnya. Sementara itu, di wilayah selatan Indonesia, pengaruh sirkulasi sistem tersebut dapat meningkatkan aliran massa udara kering dari Australia ke arah utara yang semakin mendukung kondisi cuaca cerah hingga berawan di Jawa Timur. Sedangkan cuaca wilayah Madiun Raya 3 hari ke depan didominasi cerah hingga cerah berawan serta berpotensi terjadi peningkatan kecepatan angin secara tiba-tiba dan singkat pada siang hingga sore hari.//

“Khusus untuk cuaca wilayah Madiun Raya 3 hari ke depan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dan perlu diwaspadai adanya gust wind atau peningkatan kecepatan angin secara tiba-tiba dan singkat pada siang hingga sore hari,” ungkap Setiyaris, Jumat 19 Juni 2026.

Setiyaris menghimbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan menghindari paparan sinar matahari secara berlebihan pada siang hari akibat suhu udara yang relatif panas. Pada malam hingga dini hari, disarankan menggunakan pakaian yang sesuai untuk mengantisipasi suhu udara yang lebih dingin. Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi angin kencang sesaat (gust wind) yang dapat terjadi secara tiba-tiba dengan mengamankan benda-benda yang mudah terbang atau roboh. Bagi nelayan, pelaku kegiatan pelayaran, dan masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir, diharapkan selalu memperbarui informasi cuaca dan kondisi gelombang laut guna mengantisipasi dampak peningkatan kecepatan angin di perairan sekitar Indonesia. (Shabrina).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....