Muharram, Saatnya Muhasabah Diri dan Memperkuat Hubungan dengan Allah serta Sesam

  • 19 Jun 2026 10:30 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Momentum pergantian tahun baru Hijriah, khususnya 1 Muharram, menjadi saat yang tepat bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Seorang ustadz di Madiun, Amir Abdullah, M.Pd menegaskan bahwa perjalanan waktu sejatinya bukan hanya penanda pergantian kalender, tetapi juga pengingat bahwa usia manusia terus bertambah dan kesempatan hidup semakin berkurang.

Oleh karena itu, refleksi diri menjadi langkah penting untuk memperbaiki kualitas kehidupan ke depan. Ustadz Amir mengingatkan bahwa bertambahnya usia identik dengan berkurangnya energi yang dimiliki manusia, baik secara fisik maupun emosional.

“Skrip Allah SWT, kita ketika pergantian waktu yang kita jalani, yang kita rasakan, yang kita alami ini itu menunjukkan bahwa kita tidak semakin muda. Namun sebaliknya, kita ini semakin tua," ujarnya kemarin.

Pernyataan ini menegaskan bahwa waktu yang berlalu membawa konsekuensi alami berupa penurunan kekuatan tubuh dan daya tahan. Lebih lanjut, Ustadz Amir menjelaskan bahwa kondisi tersebut menjadi alasan kuat untuk melakukan muhasabah.

“Pertanda bahwa sebagian dari energi fisik, sebagian dari energi emosi, energi lainnya yang terdapat diri kita itu bukan semakin besar namun semakin berkurang,” katanya.

Karena itu, menurutnya, sikap bijaksana yang perlu diambil adalah mengevaluasi diri sebelum kesempatan semakin terbatas oleh usia dan kondisi kesehatan yang menurun. Dalam praktiknya, muhasabah mencakup dua aspek utama yang perlu menjadi perhatian setiap individu.

Pertama adalah hubungan dengan Allah atau hablum minallah. Dalam hal ini, evaluasi difokuskan pada tingkat ketaatan dalam menjalankan perintah agama, seperti salat, puasa, zakat, hingga niat dalam beribadah.

“Intinya adalah taat kepada Allah dan tidak menyekutukan Allah,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa kewajiban tersebut merupakan fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim.

Aspek kedua adalah hubungan dengan sesama manusia atau hablum minannas. Evaluasi ini mencakup bagaimana seseorang berinteraksi dengan keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Kontribusi sosial, sikap saling menghargai, serta kemampuan membangun kerja sama menjadi indikator penting dalam menilai kualitas hubungan antar manusia.

Dengan keseimbangan antara hablum minallah dan hablum minannas, kehidupan diharapkan menjadi lebih harmonis. Selain evaluasi diri, momentum Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak rasa syukur.

“Dengan Muharram ini adalah memperbanyak syukur. Kita memperbanyak syukur kepada Allah Subhanahu wa taala karena dari sekian banyak tantangan yang kita Jalani, Allah memberikan kita kemampuan hingga kita sampai pada detik pagi ini," ungkapnya.

Rasa syukur ini menjadi pengingat bahwa setiap fase kehidupan berada dalam pengawasan dan pertolongan Allah, sehingga manusia perlu terus memperbaiki diri dan menjaga keimanan dalam setiap langkahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....