Jaga Tradisi dan Upaya Konservasi, Warga Kota Madiun Adakan Jamasan Perkutut

  • 17 Jun 2026 17:15 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun - Tradisi unik digelar oleh Komunitas Pencinta Perkutut (Pecintut) Kota Madiun, pada Selasa 1 Juni 2026. Jika biasanya, jamasan (membersihkan atau memandikan) dilakukan pada benda pusaka, kali ini diterapkan pada Burung Perkutut.

Kegiatan bertajuk Grebeg Suro 2026 Kota Madiun, Jamasan Perkutut Katuranggan tersebut, digelar bertepatan pada satu Suro atau Muharam. Lokasinya, berlangsung di Jalan Makam Tentara, Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, dan diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah.

Ketua Pecintut Kota Madiun Iwan Yudhi Atmoko mengatakan, ini adalah kegiatan tahun ke tiga. “Rangkaian acaranya, tadi pagi lomba perkutut anggungan, kemudian acara puncaknya sore ini jamasan perkutut,” ujar dia.

Untuk lomba perkutut anggunan, jelas Iwan, diikuti sekitar 300 peserta dari Malang, Bojonegoro, Tuban, Ngawi, Ponorogo, dan Madiun. Sedangkan jamasan, diikuti puluhan pemilik Burung Perkutut katunggaran (perkutut dengan ciri fisik, bentuk atau tanda alami tertentu).

Iwan menjelaskan, kegiatan ini memiliki beberapa tujuan. “Pertama ini sebagai bentuk konservasi, meski (perkutut) tidak langka. Namun, karena memiliki banyak penggemar, jadi kami harus melestarikannya,” ucap dia. Pada kegiatan tersebut, ratusan burung perkutut turut di lepas liarkan kembali.

Peserta jamasan Burung Perkutut di Jalan Makam Tentara, Kota Madiun. (Foto: Aris D.K/RRI Madiun)

Kemudian, Iwan melanjutkan, kegiatan ini juga bagian dari menjaga tradisi. “Berkaitan dengan jamasan, targetnya adalah menciptakan bentuk kegiatan yang bersifat kebudayaan. Ini tradisi warisan kakek nenek dulu, dimana saat hari tertentu juga memandikan burung perkutut dengan bunga dan lainnya,” ujar dia.

Menurut Iwan, Burung Perkutut memiliki kekhususan dan kekhasan tersendiri yang berkaitan dengan pemiliknya “Ada puluhan nama katuranggan, misalnya Banyu Mili dipercaya berkaitan dengan memperlancar kita dalam mencari rezeki,” ujar dia.

Kemudian ada katuranggan Pendaringan Kebak, Songgo Ratu, Singkir Sengkolo, Penduwo Mijil dan lainnya. “Keyakinan itu tetap kami kembalikan pada Tuhan. Namun, karena burung juga makhluk hidup, dan kita merawat dengan baik, penuh kasih sayang, harapannya juga kembali menjadi kebaikan,” ujar dia.

Kegiatan ini, Iwan mengatakan, mendapatkan sambutan yang positif dari Pemerintah Kota Madiun. Dia pun berharap kedepan, acara jamasan perkutut dapat digelar lebih baik lagi. “Kedepannya kami akan buat lebih besar lagi, mungkin nanti ada kirab sebelum lomba dan jamasan,” ujar dia.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menyatakan komitmennya untuk mengawal, agar kegiatan lomba anggungan dan jamasan perkutut ini bisa dikemas menjadi event yang jauh lebih besar.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun memberikan dukungan event jamasan Burung Perkutut. (Foto: Aris D.K/RRI Madiun)

Dia menyarankan agar persiapan tahun depan dilakukan lebih awal. “Kami lihat Kota Madiun punya komunitas perkutut, ada hampir 300 peserta tadi yang ikut. Tahun depan bisa disiapkan jauh-jauh hari karena ini ada potensi yang besar,” ujar dia.

Penyelenggara, Bagus mengatakan, bisa menggali lebih dalam lagi acara. “Tahun depan dibangun story telling ceritanya. Nanti agar masyarakat tahu ceritanya, dan mempertahankan dan mengembangkan budaya,” ujar dia.

Selain itu, event tersebut sebagai bagian mengenalkan Kota Madiun pada daerah luar. “Ini perlu dilakukan, agar orang dari luar kenal Kota Madiun, dan dari kegiatan ini bisa menjadi perputaran ekonomi,” ucap dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....