Momentum Suro, Pemkab Ponorogo Gelar Larungan di Telaga Ngebel

  • 16 Jun 2026 14:26 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo – Wisata Telaga Ngebel Ponorogo dipadati pengunjung yang ikut menyaksikan prosesi larungan dalam rangkaian Grebeg Suro memperingati 1 Muharram 1448 Hijriyah, Selasa (16/6/2026). Ada sejumlah buceng berisi hasil bumi yang diarak dari kantor Kecamatan Ngebel mengelilingi telaga sebelum dilarung.

Setidaknya ada tiga buceng agung yang dilarung ke telaga serta 22 buceng yang diperbutkan untuk warga. Buceng tersebut di antaranya berisi sayuran, buah-buahan hingga ikan nila yang disusun menyerupai gunungan.

Seorang pengunjung asal Lembeyan Magetan, Mariyem mengaku rela berdesak-desakan saat ikut memperebutkan buceng purak. Tak ayal, ia mendapat sayuran dan ikan nila.

“Tadi dapat sayur, dapat ikan juga. Dapat berkahnya lah,” katanya.

Hadi Santoso, seorang pembudidaya ikan nila di Telaga Ngebel mengungkapkan, ikan nila yang digunakan untuk membuat buceng purak itu sebanyak 3 kwintal atau sekitar 1.200 ikan. Ikan nila tersebut berasal dari 15 pembudidaya di wilayah Ngebel.

“Telaga Ngebel sendiri mayoritas penghasil nila. Jadi kita berinisiatif untuk memunculkan itu. Meskipun baru pertama kali, antusias masyarakat untuk berebut buceng ikan nila sangat tinggi,” sebutnya.

Sementara itu Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita mengatakan, larungan bertujuan sebagai upaya nguri-uri budaya. Tak hanya itu event tersebut juga sebagai bentuk syukur atas kekayaan alam yang melimpah.

"Ini nguri-uri budaya, juga untuk destinasi wisata. Kali ini ada spesial. Tumpeng yang dipurak itu ada serba ikan, ada durian juga dan itu kreativitas masyarakat Ponorogo yang ingin bersama-sama nyengkuyung acara Grebeg Suro. Jadi buat kedepannya seluruh masyarakat ayo datang ke Telaga Ngebel,” terangnya.

Bunda Rita- sapaan akrabnya menjelaskan, acara larungan telah menjadi agenda tahunan di Ponorogo para perayaan Suro. Sekaligus menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Telaga Ngebel.

Seperti diketahui, sebelum dilarung, buceng tersebut dido’akan. Selanjutnya Lisdyarita bersama tokoh adat dan forkopimda melarung buceng agung tersebut ke tengah telaga menggunakan perahu.

“Kita sama-sama berdoa semoga masyarakat Ponorogo diberikan kesehatan, kemakmuran, kedamaian, kesejahteraan dan dijauhkan dari segala mara bahaya,” tegasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....