Cuaca Madiun Raya 3 Hari, Cerah - Cerah Berawan, Waspadai Peningkatan Kecepatan Angin
- 16 Jun 2026 12:49 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, kondisi atmosfer di Jawa Timur dan wilayah sekitarnya saat ini didominasi oleh kelembapan udara yang relatif rendah, sehingga kandungan uap air yang tersedia untuk proses pembentukan awan hujan menjadi terbatas. Memasuki musim kemarau, pengaruh angin monsun timur yang membawa massa udara kering dari Australia semakin mendominasi wilayah Jawa bagian timur, menyebabkan pasokan uap air di atmosfer berkurang dibandingkan saat musim penghujan. Pengamat Meteorologi dan Geofisikan BMKG Nganjuk Setiyaris mengatakan, kondisi itu mengakibatkan cuaca di sebagian besar wilayah Jawa Timur cenderung cerah hingga cerah berawan dengan peluang hujan yang relatif rendah. Selain itu, minimnya tutupan awan memungkinkan sinar matahari mencapai permukaan bumi secara lebih optimal, sehingga suhu udara pada siang hingga sore hari berpotensi terasa lebih panas. Meskipun demikian, hujan lokal dengan intensitas ringan dan durasi singkat masih dapat terjadi di beberapa wilayah akibat pengaruh pemanasan permukaan dan kondisi atmosfer setempat, namun secara umum cuaca kering diperkirakan masih mendominasi Jawa Timur dan sekitarnya. Sedangkan cuaca Madiun Raya 3 hari kedepan didominasi cerah hingga cerah berawan dan perlu diwaspadai adanya peningkatan kecepatan angin secara tiba-tiba.
“Madiun Raya 3 hari kedepan cuaca didominasi cerah hingga cerah berawan, Perlu diwaspadai adanya gust wind atau peningkatan kecepatan angin secara tiba-tiba dan singkat pada siang hingga sore hari yang berpotensi mengganggu aktivitas di luar ruangan,” ungkap Setiyaris, Selasa 16 Juni 2026.
Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan selama periode cuaca kering yang mendominasi wilayah Jawa Timur dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh, menggunakan pelindung saat beraktivitas di bawah terik matahari, serta membatasi aktivitas luar ruangan pada siang hari ketika suhu udara terasa lebih panas. Selain itu, menurutu Setiyaris, masyarakat harus lebih waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran permukiman dengan tidak melakukan pembakaran terbuka karena suhu dan udara yang kering sangat beresiko. Meskipun peluang hujan relatif rendah, masyarakat tetap disarankan untuk memantau informasi cuaca terkini dan mewaspadai kemungkinan terjadinya hujan lokal yang dapat terjadi secara tiba-tiba di beberapa wilayah. (Shabrina).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....