Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Plt. Wali Kota Madiun Jadi Responden Pertama

  • 15 Jun 2026 18:41 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun — Pendataan Sensus Ekonomi 2026 secara door to door resmi dimulai. Plt. Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menjadi responden pertama yang didata, Senin (15/6/2026).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Abdul Azis, menyampaikan Plt. Wali Kota Madiun telah menerima kedatangan petugas sensus dan menyampaikan informasi yang dibutuhkan dalam pendataan Sensus Ekonomi 2026. Ia berharap masyarakat Kota Madiun juga dapat menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang sebenar-benarnya.

“Hari ini BPS Kota Madiun menyelenggarakan pendataan perdana kepada Bapak Plt. Walikota Madiun dalam rangka Sensus Ekonomi 2026. Beliau tadi sudah menyampaikan informasi seluruh kegiatan aktivitas ekonomi yang ada di keluarga beliau,” kata Azis.

“Semoga warga Kota Madiun seluruhnya juga dapat mengikuti jejak beliau menerima kedatangan petugas Sensus Ekonomi 2026, memberikan informasi yang sebenar-benarnya, kemudian mengisi jawaban serta jangan takut bahwa informasi tersebut dijaga kerahasiaannya oleh petugas BPS,” tambahnya.

Azis menjelaskan saat pendataan lapangan, petugas sensus akan meminta konfirmasi sejumlah data, di antaranya nomor Kartu Keluarga (KK), Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan ID pelanggan listrik. Selain itu, petugas juga akan meminta informasi mengenai kegiatan usaha yang ada, baik di rumah tangga maupun di bangunan usaha, serta kondisi sosial ekonomi keluarga.

Ia menambahkan petugas juga melakukan dokumentasi berupa foto tampak depan rumah, ruang keluarga, serta pengambilan titik lokasi atau geotagging sebagai bagian dari proses pendataan lapangan.

Sementara itu, Plt. Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengajak masyarakat untuk menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan data yang valid saat pendataan berlangsung.

“Hari ini saya sudah didata oleh tim BPS dan saya berharap untuk seluruh masyarakat apabila nanti ada petugas BPS yang datang ke rumah, mohon bisa diterima dan memberikan informasi data yang valid kepada petugas BPS,” kata Bagus.

Ia menyampaikan data yang diberikan masyarakat akan membantu pemerintah dalam menyusun program-program untuk kepentingan masyarakat. Bagus juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu mengikuti pendataan karena seluruh data dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Saya sudah didata dan seluruh warga Kota Madiun juga harus didata. Jangan ragu terima kedatangan petugas, berikan jawaban yang jujur apa adanya. Kerahasiaan data dijamin oleh undang-undang,” ucapnya.

Sebagai informasi pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Madiun berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 151 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan secara door to door di seluruh wilayah Kota Madiun.

Masyarakat juga diimbau memastikan identitas petugas sebelum memberikan data. Petugas resmi dibekali rompi berlogo BPS dengan tulisan Petugas Sensus Ekonomi pada bagian punggung, kartu identitas yang dapat dipindai, serta membawa surat tugas resmi saat bertugas di lapangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....