Apel Gelar Pasukan Operasi Aman Suro 2026 Digelar, Siagakan 983 Personel Gabungan
- 15 Jun 2026 18:45 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun — Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Aman Suro Tahun 2026 dilaksanakan di Alun-alun Kota Madiun, Senin (15/6/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pengecekan akhir kesiapan personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat menjelang rangkaian peringatan 1 Muharram di wilayah Madiun Raya.
Apel tersebut juga menjadi sarana memperkuat koordinasi lintas sektor agar Operasi Aman Suro 2026 berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, menjelaskan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif bersama TNI, pemerintah daerah, serta Forkopimda Kota maupun Kabupaten Madiun untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan pada rangkaian peringatan 1 Muharram.
"Tentunya kami juga sudah melakukan antisipasi terhadap potensi-potensi konflik. Kami mengimbau kepada masyarakat mari kita maknai kegiatan 1 Muharram sebagai hal yang menyejukkan," tuturnya.
AKBP Wiwin menjelaskan Operasi Aman Suro Tahun 2026 akan fokus pada pengamanan kegiatan sejumlah perguruan silat di wilayah hukum Polres Madiun Kota. Meski AKBP Wiwin menyebut tidak ada titik kerawanan dengan kategori tinggi di wilayah hukum Polres Madiun Kota, namun pihaknya tetap waspada dan melakukan langkah antisipasi.
"Titik kerawanan tertinggi di wilayah Polres Madiun Kota tidak ada. Tentunya semua tetap kita lakukan kewaspadaan dan antisipasi. Kita, TNI, Polri, Forkopimda, dan seluruh stakeholder tetap meyakinkan kepada masyarakat bahwasanya kegiatan Suro dan Suran Agung ini berjalan secara baik dan damai," terangnya.
Sebanyak 983 personel gabungan akan diterjunkan. AKBP Wiwin menegaskan apabila terdapat oknum yang mengganggu situasi kamtibmas, petugas akan melakukan penindakan tegas.
"Kalau ada kericuhan di wilayah Kota Madiun dan wilayah Madiun Raya, tentunya kita akan melakukan upaya tindakan penegakan hukum secara profesional. Karena kita jaga masyarakat kita, jangan sampai ada tebaran ancaman kepada masyarakat. Kami pastikan dari aparat Polres Madiun Kota, Polres Madiun Kabupaten, dan TNI bahwasanya Madiun Raya aman," ujarnya.
Sementara itu, Plt. Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menegaskan apel gelar pasukan penting untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan. Ia menekankan bahwa pengamanan kegiatan 1 Muharram perlu didukung kerja sama lintas sektor agar situasi tetap aman dan terkendali.
"Ini jadi momen yang luar biasa untuk Madiun Kota maupun Kabupaten sehingga pengamanan ini harus sinergi antara kepolisian, TNI, Polri, dan seluruh instansi terkait. Sehingga hari ini digelar apel supaya arahan dari seluruh pemangku kebijakan ini jelas," kata Bagus.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, yang turut hadir dalam apel tersebut juga menekankan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap rangkaian kegiatan bulan Suro di Kota dan Kabupaten Madiun berlangsung aman dan kondusif.
"Dengan Apel Aman Suro, mudah-mudahan Kabupaten dan Kota Madiun selalu aman seperti yang kita dambakan. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Apel ini sebagai salah satu bentuk bahwa pemerintah hadir bersama masyarakat untuk bisa mengamankan Aman Suro di Kabupaten dan Kota Madiun," jelas Hari.
Hari juga menilai kegiatan peringatan 1 Muharram memiliki potensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....