800 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Mulai Turun Serentak di Kabupaten Madiun
- 14 Jun 2026 14:16 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun — Sebanyak 800 petugas Sensus Ekonomi 2026 resmi dilepas untuk melakukan pendataan serentak di seluruh wilayah Kabupaten Madiun mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pelepasan petugas dilakukan di Pendopo Ronggo Djumeno, Minggu 14 Juni 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun, Wisma Eka Nurcahyanti, menjelaskan seluruh petugas secara serentak akan melakukan pendataan lapangan di wilayah tugas masing-masing yang telah ditentukan.
"Petugas sudah memiliki wilayah tugas masing-masing dan telah di-assign hingga tingkat RT. Pendataan tidak dilakukan secara bergantian dari satu kecamatan ke kecamatan lain. Semua petugas akan menyebar dan turun secara serentak mulai 15 Juni 2026," jelasnya.
Menurut Wisma, petugas akan lebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kelurahan sebelum melakukan pendataan langsung kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Dalam pelaksanaannya, petugas juga akan mendokumentasikan kondisi rumah tampak depan dan sanitasi rumah warga sesuai prosedur pendataan. Menurut Wisma, langkah tersebut dilakukan untuk memotret kondisi sosial masyarakat sebagai bagian dari data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026.
"Nanti melakukan foto rumahnya tampak depan kemudian juga melakukan foto sanitasinya. Kami juga mau memotret kondisi sosial masyarakat juga. Jadi salah satunya itu dengan foto sanitasi tersebut," jelas Wisma.
Selain itu, Wisma mengatakan Sensus Ekonomi 2026 juga bertujuan memotret perubahan aktivitas ekonomi yang terjadi dalam satu dekade terakhir, mulai dari berkembangnya transaksi digital, penggunaan layanan transportasi berbasis aplikasi, hingga munculnya sumber penghasilan baru seperti konten kreator dan pelaku affiliate.
Untuk memastikan keamanan dan keabsahan petugas, Wisma menjelaskan petugas sensus dapat dikenali melalui rompi dan surat tugas yang dibawa saat bertugas. Sementara itu, identitas petugas dapat ditunjukkan melalui aplikasi Sobat karena kartu identitas fisik masih dalam proses.
Sementara itu, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
"Penyelenggaraan kegiatan ini adalah BPS. Namun demikian hasil yang diperoleh nantinya akan menjadi aset strategis bagi Pemerintah Kabupaten Madiun dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan sosial dan ekonomi yang lebih baik dan tepat sasaran," ungkapnya.
Hari juga mengingatkan seluruh petugas agar sabar dalam menjalankan tugas, menjaga kualitas, dan keakuratan data yang dikumpulkan. Menurutnya, data yang valid sangat dibutuhkan untuk menyusun program pembangunan sesuai kondisi riil masyarakat.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk menerima petugas sensus resmi dengan baik dan memberikan jawaban yang jujur sesuai keadaan sebenarnya. Hal tersebut agar hasil sensus dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun.
"Kami berharap seluruh masyarakat bisa memberikan jawaban yang sejujurnya, sesuai dengan realita, karena ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah untuk menyusun program dan rencana kerja," kata Hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....