151 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Siap Lakukan Pendataan di Kota Madiun
- 12 Jun 2026 02:49 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun — Sebanyak 151 petugas Sensus Ekonomi 2026 Kota Madiun resmi dilepas pada kegiatan apel siaga petugas lapangan yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Kamis 11 Juni 2026. Para petugas tersebut akan melakukan pendataan lapangan terkait aktivitas ekonomi di seluruh wilayah Kota Madiun mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Dalam apel disebutkan, petugas yang diterjunkan terdiri atas 131 petugas pendata lapangan, 17 petugas pengawas pemeriksa lapangan, serta tiga petugas khusus pencacah usaha besar.
Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Azis, mengatakan sebelum terjun ke lapangan, seluruh petugas telah mengikuti pelatihan dan pembekalan. Materi yang diberikan mencakup konsep dan definisi, instrumen pendataan, tata cara menggali informasi secara komprehensif, serta penanganan respon di lapangan untuk mendukung kelancaran pendataan dan menghasilkan data yang berkualitas.
"Teman-teman sudah dilatih, sudah dibekali terkait dengan konsep, definisi, kemudian juga SOP, kemudian bagaimana berkomunikasi dengan baik supaya nanti di lapangan juga berjalan dengan baik," kata Azis.
Tidak hanya materi, para petugas juga diberi bekal tentang kode etik statistik. Ia mengingatkan petugas untuk menjaga kode etik serta kerahasiaan data yang diperoleh dari responden selama pelaksanaan sensus.
Azis juga mengimbau masyarakat agar menerima dengan baik petugas resmi yang datang untuk melakukan pendataan. Untuk memastikan keabsahan petugas, BPS Kota Madiun membekali mereka dengan kartu identitas, rompi berlogo BPS dan terdapat tulisan Sensus Ekonomi 2026 di bagian punggung, nametag yang dapat dipindai melalui barcode, serta membawa surat tugas resmi.
"Petugas harus melapor ke otoritas setempat dari RT, RW, kelurahan, kecamatan dan harus berkoordinasi di sana. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Ini adalah upaya untuk menjamin supaya yang betul-betul turun ke lapangan nanti adalah petugas resmi dari BPS," lanjut Azis.
Selain itu, ia mengajak masyarakat memberikan data sesuai kondisi yang sebenarnya. Menurut Azis, kelengkapan cakupan pendataan dan kualitas informasi yang diberikan responden menjadi faktor penting untuk menghasilkan data ekonomi yang akurat.
"Harapan kami Sensus Ekonomi 2026 di Kota Madiun itu cakupan coverage-nya lengkap, tidak ada satu pun yang tidak terdata, tidak ada satu pun yang terlewat. Berikutnya adalah konten, isi, dan kualitas datanya juga bagus, sesuai dengan kondisi yang sebenarnya," ujarnya.
Sementara itu, Plt. Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, turut melepas petugas secara simbolis dengan memasangkan rompi dan kartu tanda pengenal kepada perwakilan petugas sensus. Pada sambutannya, Bagus meminta petugas menjalankan pendataan secara sungguh-sungguh agar data yang dihimpun dapat menggambarkan kondisi yang sebenarnya.
Menurutnya, hasil sensus akan membantu Pemerintah Kota Madiun memetakan kebutuhan masyarakat dan perkembangan berbagai sektor ekonomi, termasuk perdagangan, jasa, ekonomi kreatif, serta UMKM. Data tersebut juga akan menjadi bahan dalam penyusunan program daerah pada tahun-tahun mendatang.
"Sensus ekonomi hari ini nanti akan menjadi dasar pemerintah daerah membuat sebuah kebijakan. Dari hasil data sensus ekonomi, nanti kami bisa memetakan seluruh potensi yang ada di Kota Madiun ini. Termasuk bagaimana pergerakan perubahan ekonomi yang ada di Kota Madiun," kata Bagus.
Mengingat pentingnya hasil sensus bagi pembangunan daerah, Pemerintah Kota Madiun terus memberikan dukungan sejak tahap sosialisasi hingga pelaksanaan pendataan. Bagus juga meminta camat dan lurah turut menyosialisasikan Sensus Ekonomi 2026 kepada masyarakat guna mendorong partisipasi warga dalam memberikan data yang sesuai kondisi sebenarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....