Cuaca Madiun Raya 7-9 Juni Cerah-Cerah Berawan, Waspadai Kecepatan Angin di Pacitan

  • 07 Jun 2026 12:09 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, kondisi cuaca di Jawa Timur saat ini dipengaruhi oleh menguatnya Monsun Australia, perkembangan El Niño di Pasifik tropis, serta keberadaan depresi tropis di Laut Cina Selatan. Monsun Australia membawa massa udara yang relatif kering dari Benua Australia menuju Indonesia, sehingga kelembapan atmosfer di Jawa Timur cenderung menurun dan kondisi cuaca menjadi lebih cerah serta minim pembentukan awan hujan. Di sisi lain, perkembangan El Niño yang ditandai dengan menghangatnya suhu permukaan laut di Pasifik tengah dan timur turut mendukung berkurangnya curah hujan di wilayah Indonesia. Sementara itu, depresi tropis di Laut Cina Selatan secara tidak langsung meningkatkan gradien tekanan udara yang memperkuat aliran massa udara dari Australia ke arah utara. Pengamat Meteorologi dan Geofisikan BMKG Nganjuk Setiyaris mengatakan, kombinasi ketiga fenomena tersebut menyebabkan kondisi atmosfer di Jawa Timur menjadi cenderung kering dan berangin. Oleh karena itu, dalam 2–3 hari ke depan beberapa wilayah di Jawa Timur diperkirakan mengalami peningkatan kecepatan angin, terutama di wilayah pesisir, dataran terbuka, dan pegunungan. Sementara kondisi cuaca wilayah Madiun Raya didominasi cerah hingga cerah berawan, dan perlu diwaspadai adanya peningkatan kecepatan angin untuk wilayah Kabupaten Pacitan. Menurut Setiyaris, mengantisipasi dampak musim kemarau yang ditandai dengan kondisi cuaca kering, minim hujan, dan meningkatnya kecepatan angin, masyarakat harus mulai menggunakan air bersih secara bijak dan efisien.

“Masyarakat diimbau untuk mulai mengantisipasi dampak musim kemarau yang ditandai dengan kondisi cuaca kering, minim hujan, dan meningkatnya kecepatan angin. Penggunaan air bersih hendaknya dilakukan secara bijak dan efisien untuk menjaga ketersediaan air selama periode kemarau,” ungkap Setiyaris, Minggu 7 Juni 2026.

Petani juga disarankan menyesuaikan pola tanam dan pengelolaan irigasi sesuai dengan kondisi ketersediaan air di wilayah masing-masing. Selain itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran sampah, lahan, maupun sisa-sisa pertanian karena kondisi vegetasi yang kering dan angin yang cukup kuat dapat mempercepat penyebaran api serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Perhatikan pula kondisi kesehatan dengan menjaga kecukupan cairan tubuh dan mengurangi aktivitas di bawah paparan sinar matahari secara langsung pada siang hari. Tetap ikuti perkembangan informasi cuaca dan iklim dari BMKG untuk mendukung kesiapsiagaan dalam menghadapi musim kemarau. (Shabrina).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....