Jembatan Garuda di Plosorejo Dibangun, Jadi Penghubung Gemarang dan Kare Madiun

  • 07 Jun 2026 06:59 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun - Pembangunan jembatan gantung di Dusun Plosorejo, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, akan segera dilakukan. Komandan Korem (Danrem) 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) Kolonel Arm Untoro Hariyanto meninjau lokasi jembatan yang dibangun melalui program Jembatan Garuda Tahap V tersebut, Jumat (5/6/2026).

Danrem mengatakan, jembatan yang dibangun itu menghubungkan Kecamatan Gemarang dan Kare. Nantinya, jembatan gantung memiliki panjang 30 meter dan lebar 1,5 meter.

"Diperkirakan jembatan tersebut mampu menjangkau sebanyak 268 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.800 jiwa sebagai penerima manfaat," ujar dia.

Danrem berharap, pembanguan jembatan yang mulai dikerjakan ini berjalan sesuai target.

"Supaya (jembatan gantung ini) dapat segera dinikmati dan memberikan dampak luas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," ucap dia.

Sementara itu, Kepala Desa Tawangrejo Sutriyono menyambut baik pembangunan Jembatan Garuda yang selama bertahun-tahun dinantikan masyarakat. Ia mengungkapkan, keterbatasan akses yang dialami warga, membuat Dusun Plosorejo perlahan kehilangan banyak penduduknya.

“Dulu banyak warga yang tinggal di sini dan bisa dibilang cukup padat. Namun saat ini banyak yang memilih pindah karena berbagai keterbatasan akses,” katanya.

Dengan dibangunnya jembatan tersebut, Sutriyono berharap Dusun Plosorejo dapat kembali berkembang dan menjadi kawasan yang ramai seperti masa lalu. Menurut dia, Jembatan Garuda yang dibangun akan menjadi akses vital bagi warga Desa Tawangrejo maupun desa-desa di sekitarnya.

Selain mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, jembatan itu juga akan memudahkan akses pendidikan bagi anak-anak sekolah.

“Selama ini anak-anak dari Dusun Plosorejo yang bersekolah di SDN Tawangrejo 05 melalui jalur ini, sehingga keberadaan jembatan sangat dibutuhkan. Selain itu, jembatan yang dibangun juga akan mempermudah mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti menuju lahan pertanian maupun berbelanja ke pasar di Desa Cermo, Kecamatan Kare,” ucap dia.

Sutriyono menjelaskan, selama ini warga kerap menyeberangi aliran sungai untuk melakukan berbagai aktivitas tersebut. Namun saat musim penghujan dan debit air meningkat, mereka terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh.

“Kalau musim kemarau, warga sudah terbiasa menyeberangi sungai. Tetapi saat musim hujan atau ketika sungai meluap, warga tidak berani lagi. Mereka terpaksa memutar hingga lebih dari 4 kilometer,” terangnya.

Sebagai informasi, program Jembatan Garuda merupakan program strategis dari Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan oleh TNI AD untuk mengatasi keterbatasan konektivitas serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat di berbagai daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....