SLBN Banjarsari Wetan Konsisten Berprestasi Provinsi hingga Nasional
- 05 Jun 2026 13:14 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Banjarsari Wetan kembali membuktikan konsistensinya dalam melahirkan siswa berprestasi di bidang seni. Tahun 2026, dua siswi tunarungu, Azkya Valla dan Atika Pratiwi, berhasil meraih Juara 1 Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) cabang lomba menari tingkat Provinsi Jawa Timur sekaligus mengamankan tiket menuju FLS3N tingkat nasional.
Prestasi tersebut menambah daftar capaian membanggakan SLBN Banjarsari Wetan yang dalam beberapa tahun terakhir rutin menorehkan prestasi pada ajang FLS3N. Guru SLBN Banjarsari Wetan, Diana, mengatakan tim tari sekolah ini juga berhasil menjadi juara tingkat provinsi dan meraih Juara Harapan I pada FLS3N tingkat nasional tahun 2025.
“FLS3N tahun 2025 itu kan kita juga juara 1 provinsi. Kita maju nasional juga, Kak. Alhamdulillah kita masuk juara harapan satu. Maka dari itu kita berani bersaing lagi. Dan alhamdulillah tahun ini provinsi memberikan kepercayaan lagi kepada kita untuk bertarung lagi ke tingkat nasional,” kata Diana saat siaran obrolan Sore Ceria PRO 2 RRI Madiun, kemarin.
Azkya dan Atika membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk meraih prestasi. Dengan pembinaan yang tepat, keduanya mampu bersaing dan mengungguli peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Diana, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang dalam menemukan dan mengembangkan potensi peserta didik sesuai minat dan bakat masing-masing.
"Di sekolah kami, semua anak diberi kesempatan mencoba berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Dari situ terlihat bahwa Azkya dan Atika memiliki potensi yang kuat di bidang tari, sehingga kami fokus mengembangkannya," ujarnya.
Menurut Diana, sekolah berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk berkembang, termasuk melalui kegiatan seni. Berbagai program ekstrakurikuler menjadi wadah bagi siswa untuk mengenali kemampuan diri sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.
Dalam proses pembinaan, SLBN Banjarsari Wetan juga menjalin kolaborasi dengan pihak profesional. Jika pada awalnya pelatihan tari dilakukan secara mandiri oleh guru sekolah, kini pembinaan dilakukan bersama pelatih dari Sanggar Tari Udaya Upasanta guna meningkatkan kualitas latihan dan kesiapan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
"Kami menyadari kemampuan kami terbatas. Untuk membawa anak-anak ke level yang lebih tinggi, kami membutuhkan pendampingan yang lebih profesional. Karena itu kami bekerja sama dengan Mas Addin dari Sanggar Tari Udaya Upasanta," kata Diana.
Dengan pengalaman meraih prestasi di tingkat provinsi maupun nasional, SLBN Banjarsari Wetan optimistis mampu kembali mengharumkan nama Jawa Timur pada FLS3N tingkat nasional tahun ini. Diana berharap keberhasilan para siswanya dapat menjadi inspirasi sekaligus membuka pandangan masyarakat bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki potensi besar apabila diberikan kesempatan dan dukungan yang memadai.
“Mereka hanya membutuhkan support kita, dukungan kita, semangat kita. rangkulan kita untuk mereka bisa mengembangkan potensi, bakat, dan kemampuan mereka untuk ke depannya supaya di masa mendatang mereka bisa hidup mandiri tidak bergantung kepada orang lain, terutama orang tua. Jadi ya kita harus merangkul seperti itu, Kak. Merangkul mereka dengan penuh cinta”, tegas Diana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....