Cuaca Madiun Raya 4-6 Juni Cerah - Cerah Berawan, Waspadai Angin Kencang di Pacitan
- 04 Jun 2026 12:58 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, dalam beberapa hari ke depan, Monsun Australia diperkirakan semakin menguat dan membawa massa udara kering dari Benua Australia ke wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jawa Timur. Kondisi itu menyebabkan angin timuran semakin dominan, kelembapan udara menurun, serta cuaca cenderung lebih cerah dengan peluang hujan yang semakin kecil. Pengamat Meteorologi dan Geofisikan BMKG Nganjuk Setiyaris mengatakan, sejumlah wilayah di Jawa Timur mulai menunjukkan tanda-tanda memasuki musim kemarau. Sementara angin juga diperkirakan terasa lebih kencang dari biasanya, terutama di wilayah pesisir selatan yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Di sisi lain, perkembangan fenomena El Niño lemah di Samudra Pasifik turut memperkuat penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Kombinasi Monsun Australia yang menguat dan El Niño diperkirakan akan menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal, sehingga perlu diwaspadai potensi kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan pada puncak musim kemarau. Sementar untuk cuaca wilayah Madiun Raya 3 hari kedepan untuk wilayah Madiun Raya didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Perlu diwaspadai adanya potensi peningkatan angin kencang untuk wilayah Kabupaten Pacitan.
Setiyaris menghimbau, menghimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dengan menghemat penggunaan air.
“Menghadapi potensi El Niño 2026 yang dapat menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan lebih kering di Jawa Timur, termasuk Madiun Raya, masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan dengan menghemat penggunaan air, menyiapkan cadangan air, serta menjaga dan memanfaatkan sumber daya air secara efisien.” Ungkap Setiyaris, Kamis 4 Juni 2026.
Masyarakat juga perlu mewaspadai peningkatan suhu udara, cuaca panas, risiko dehidrasi, serta potensi kebakaran hutan dan lahan yang meningkat selama musim kemarau. Petani disarankan menyesuaikan pola tanam, memilih varietas yang tahan kekeringan, dan rutin memantau informasi cuaca serta prakiraan musim dari BMKG. Selain itu, warga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah sembarangan karena kondisi vegetasi yang kering dapat mempercepat penyebaran api dan memperparah dampak kemarau. (Shabrina).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....