DLH Ponorogo Akan Libatkan ASN dalam Gerakan Pengurangan Sampah

  • 04 Jun 2026 17:16 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dalam upaya pengurangan sampah menjelang peringatan Hari Lingkungan Hidup Internasional 2026. Langkah ini dilakukan melalui pembentukan bank sampah di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

Kebijakan tersebut menjadi salah satu inovasi yang dijalankan DLH Ponorogo pada tahun 2026 untuk menekan volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Selain itu, program ini juga bertujuan membangun kesadaran pengelolaan sampah dari lingkungan kerja pemerintahan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLH Ponorogo, Adhi Fahrianto, mengatakan seluruh OPD diwajibkan memiliki bank sampah sebagai bagian dari gerakan pengurangan sampah dari sumbernya.

“Semua OPD ini harus punya bank sampah. Harapan kami dengan adanya OPD ini ikut membuat bank sampah akan menular ke lingkungan para ASN,” kata Adhi Fahrianto.

Melalui program tersebut, ASN didorong untuk lebih aktif memilah dan mengelola sampah yang dihasilkan sehari-hari. Upaya ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan pola hidup yang lebih peduli lingkungan.

DLH Ponorogo juga mewajibkan setiap pegawai negeri sipil menyetorkan sampah plastik ke bank sampah yang telah dibentuk. Ketentuan tersebut tertuang dalam surat edaran yang telah mulai diterapkan di lingkungan pemerintah daerah.

“Di surat edaran itu disebutkan kewajiban para PNS setiap bulannya harus mengumpulkan minimal dua kilogram sampah plastik yang harus disetorkan ke bank sampah,” ujarnya.

Menurut Adhi, keterlibatan ASN menjadi langkah penting untuk membangun budaya pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Dengan jumlah ASN yang cukup besar, program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan sampah.

Selain pembentukan bank sampah di OPD, DLH Ponorogo juga akan meluncurkan program bank sampah keliling guna memperluas layanan pengelolaan sampah kepada masyarakat. Program ini menjadi bagian dari strategi mengurangi sampah sebelum masuk ke TPA.

“Harapan kami dengan adanya bank sampah ini, pengurangan sampah yang masuk ke TPA secara signifikan akan mulai turun,” tutur Adhi Fahrianto.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....