Dampak Cuaca Panas pada Kondisi dan Harga Sayur

  • 02 Jun 2026 12:24 WIB
  •  Madiun
Poin Utama
  • cuaca panas
  • sayur
  • pasar tradisional
  • petani sayur

RRI.CO.ID, Madiun - Cuaca panas dalam beberapa hari terakhir tidak menghambat produksi petani sayur di Magetan. Jono (58), petani sayur asal Plaosan, mengatakan cuaca panas justru mendukung proses penanaman sayur dibandingkan saat musim hujan karena kebutuhan air terpenuhi dengan baik.

“kalau penanaman mungkin lebih bagus kalau cuaca panas, soalnya airnya bisa gantian gitu. kalau hujan malah jelek,” ujar Jono.

Jono menjelaskan sebagian besar petani di Plaosan merupakan petani sayur tetap, bukan petani musiman, sehingga pasokan sayur masih terjaga dan hasil panen dapat langsung didistribusikan tanpa perlu disimpan terlalu lama. Kondisi tersebutlah yang membuat harga sayur cenderung stabil meski suhu panas sedang terjadi.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Pasar Besar Kota Madiun. Cuaca panas membuat sejumlah sayuran menjadi cepat layu saat dijual, seperi yang diungkapkan Yanto (30), salah satu pedagang sayur di Pasar Besar Kota Madiun. Hal ini menyebabkan berkurangnya stok yang tersedia sehingga menyebabkan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga.

Yanto mengatakan harga cabai kini (12/5/2026) mencapai Rp80.000 per kilogram. Sementara harga sawi per hari ini naik dari yang sebelumnya Rp5.000 kini menjadi Rp10.000 per ikat.

“Iya hampir semua ini mbak, apalagi cabe parah sawi juga parah, Cabe 80 ribu per hari ini. Apalagi sawi, sawi biasanya Rp5.000 per iket sekarang Rp10.000,” ujar Yanto.

Yanto mengatakan pedagang harus lebih memperhatikan kondisi sayuran agar dagangan tetap layak dijual kepada pembeli di tengah cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Cuaca panas dalam beberapa hari terakhir turut mempengaruhi kondisi distribusi, kualitas, dan harga sayuran di sejumlah wilayah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....