Kepala SRMA 23 Pacitan: Pendidikan Karakter Tidak Hanya Melalui Teori
- 02 Jun 2026 07:07 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Pacitan - Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 23 Pacitan, Nanang Adang Kusdinar menilai bahwa pendidikan karakter tidak cukup dilakukan melalui teori. Menurutnya, seluruh komponen SRMA 23 Pacitan memiliki peran untuk mewujudkan pendidikan karakter yang baik untuk para siswa.
Nanang mencontohkan, para guru selama ini selalu berusaha mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam proses pembelajaran. Begitu juga dengan wali asuh dan wali asrama yang berperan sebagai pendamping para siswa.
“Guru misalnya mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam proses pembelajaran, pembiasaan disiplin, dan juga pengembangan kompetensi siswa. Baik melalui intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan juga kokurikuler,” kata Nanang kepada RRI, pada Senin, 1 Juni 2026.
Selain itu, Nanang menilai, wali asuh dan wali asrama juga berperan membantu siswa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. “Mereka (wali asuh dan wali asrama) hadir sebagai figur pengasuh yang mendampingi siswa selama menjalani kehidupan bersama di lingkungan asrama,” jelas Nanang.
Tidak hanya itu, seluruh tenaga kependidikan yang ada di SRMA 23 Pacitan juga diharapkan menjadi teladan dalam bersikap. Hal ini dilakukan supaya para siswa memperoleh lingkungan yang konsisten dalam menanamkan nilai tanggung jawab, toleransi, dan kebersamaan, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....