Cuaca Madiun Raya 29-31 Mei Cerah, Waspadai Hujan di Sekitar Pegunungan Wilis & Lawu
- 29 Mei 2026 10:25 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, aliran Monsun Australia kembali menguat di wilayah Jawa Timur yang menandakan musim kemarau akan semakin dominan dengan curah hujan yang terus berkurang. Massa udara kering dari Australia mulai mendominasi atmosfer sehingga cuaca cerah hingga cerah berawan akan lebih sering terjadi. Sementara terbentuknya siklon tropis di utara Indonesia menyebabkan awan-awan konvektif di sekitar wilayah Indonesia tertarik menuju pusat pusaran badai sehingga potensi hujan di Jawa Timur semakin menurun. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk, Setiyaris mengatakan, meski demikian, hujan lokal masih berpeluang terjadi secara sporadis akibat pemanasan lokal maupun gangguan atmosfer skala kecil. Sedangkan fenomena El Niño diperkirakan mulai berkembang pada periode Juni–Juli–Agustus 2026 yang membuat musim kemarau lebih kering dan panjang. Sementara itu untuk cuaca Madiun Raya 29 hingga 31 Mei didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan di sekitar pegunungan Wilis dan Lawu.
“Secara umum cuaca dalam 3 hari kedepan untuk wilayah Madiun Raya didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas ringan-sedang terutama wilayah di sekitar pegunungan Wilis dan Lawu akibat pemanasan permukaan dan pertumbuhan awan konvektif secara lokal,” ungkap Setiyaris, Jumat 29 Mei 2026.
Setiyaris mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berskala lokal, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Selain itu juga diingatkan agar masyarakat secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem. (Shabrina).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....