Bahaya Judi Online dan Pinjol Jadi Pesan Khutbah Iduladha di Masjid Agung Magetan

  • 27 Mei 2026 14:31 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Ribuan warga memadati Masjid Agung Baitussalam untuk melaksanakan Salat Iduladha 10 Zulhijah 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026) pagi. Pelaksanaan ibadah berlangsung khusyuk dan tertib sejak pukul 06.15 WIB.

Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti bersama Wakil Bupati Magetan dan jajaran Forkopimda turut mengikuti salat Id berjamaah bersama masyarakat.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah KH Wasis Ayip Rhosidi Al-Hafidz dari Pondok Pesantren RHQ Geger, Kabupaten Madiun. Dalam khutbahnya, Gus Ayip mengangkat pesan tentang keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh keikhlasan dan ketakwaan.

Menurutnya, Iduladha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum untuk memperkuat iman, kepedulian sosial, dan pengendalian diri dari berbagai godaan kehidupan modern.

“Ketakwaan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjadi pelajaran besar bagi kita semua. Ketika Allah memerintahkan, beliau menjalankan dengan penuh keikhlasan tanpa keraguan,” ujar Gus Ayip dalam khutbahnya.

Ia mengatakan tantangan umat Islam saat ini jauh berbeda dibanding masa sebelumnya. Perkembangan teknologi digital dinilai membawa banyak manfaat, namun juga memunculkan ancaman sosial yang perlu diwaspadai masyarakat.

“Saat ini masyarakat hidup di era serba online. Kalau tidak punya pondasi iman yang kuat, sangat mudah terjerumus dalam hal-hal yang merusak,” katanya.

Dalam khutbahnya, Gus Ayip secara khusus menyoroti maraknya praktik judi online dan pinjaman online ilegal yang mulai menyasar berbagai kalangan, termasuk anak muda.

“Saya berharap para pemuda dan seluruh warga masyarakat dapat menjaga ketakwaan di tengah maraknya era digital yang serba online. Dengan munculnya fenomena seperti judi online dan pinjaman online atau pinjol yang bisa membuat masyarakat kecanduan,” pesannya.

Menurutnya, fenomena tersebut bukan hanya berdampak pada persoalan ekonomi, tetapi juga dapat merusak kehidupan keluarga dan sosial masyarakat apabila tidak diantisipasi sejak dini.

“Jangan sampai generasi muda kita kehilangan masa depan hanya karena terlena judi online atau pinjaman online. Awalnya mungkin coba-coba, tetapi akhirnya bisa merusak kehidupan,” tegasnya.

Selain mengajak masyarakat memperkuat keimanan, Gus Ayip juga mengingatkan pentingnya menjaga kepedulian terhadap sesama melalui ibadah kurban dan semangat berbagi di Hari Raya Iduladha.

“Iduladha mengajarkan kita tentang pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian. Orang yang mampu berbagi dengan sesama insyaallah akan mendapat keberkahan,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Iduladha di Masjid Agung Baitussalam sebelumnya diawali dengan takbir keliling berlampion pada malam hari. Setelah pelaksanaan salat dan khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama, halalbihalal antarjemaah, penyerahan simbolis hewan kurban, serta pembagian hadiah lomba takbir keliling berlampion oleh Bupati Magetan dan jajaran.(YF).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....