Madiun Raya 26 - 28 Mei, Waspadai Potensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

  • 26 Mei 2026 10:14 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, potensi pertumbuhan awan hujan di Jawa Timur masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan akibat kondisi atmosfer yang masih labil. Sehingga sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami hujan pada sore hingga malam hari, terutama di wilayah Jawa Timur bagian tengah dan timur. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk, Setiyaris mengungkapkan, hujan yang terjadi umumnya bersifat lokal dengan intensitas ringan hingga sedang dan pada beberapa kondisi dapat disertai angin kencang sesaat. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer Equatorial Rossby yang mendukung pertumbuhan awan hujan, serta adanya pola siklonik di barat daya Lampung dan bibit siklon tropis 99W di utara Papua yang menyebabkan terbentuknya belokan angin di beberapa wilayah Jawa Timur. Di sisi lain, monsun Australia mulai menguat dengan membawa massa udara yang lebih kering sehingga secara bertahap menyebabkan penurunan curah hujan, peningkatan suhu udara, serta kondisi cuaca yang terasa lebih panas dan cerah pada siang hari sebagai tanda awal berkembangnya musim kemarau. Meski demikian, perubahan cuaca masih dapat berlangsung cukup cepat selama masa peralihan musim, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan lokal yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari. Sedangkan cuaca untuk wilayah Madiun Raya 26 hingga 28 Mei menurut Setiyaris, didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa daerah.

“Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terutama wilayah di Kabupaten Ponorogo, Magetan dan Ngawi,” ungkap Setiyaris, Selasa 26 Mei 2026.

Setiyaris mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berskala lokal, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem. ( Shabrina ).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....