Jangan Tergiur Harga Murah, Ini Ciri-ciri Hewan Kurban Sehat
- 26 Mei 2026 15:37 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Masyarakat diimbau lebih teliti saat memilih hewan kurban menjelang Idul Adha. Dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun mengingatkan agar warga tidak mudah tergiur harga murah tanpa memperhatikan kondisi kesehatan hewan.
drh.Mustika mengatakan hewan kurban sehat bisa dikenali dari kondisi fisiknya yang aktif dan responsif.
“Kalau dilihat dari pengamatan, hewannya tidak lesu, tidak menunduk terus, dan responsnya bagus, itu berarti hewannya sehat," jelasnya, kemarin.
Selain itu, mata dan mulut hewan juga harus diperhatikan. Jika terlihat kekuningan, masyarakat disarankan tidak membeli hewan tersebut.
“Kalau mukosa di mata maupun mulutnya sudah kuning, mending tidak usah dibeli,” tambahnya.
drh Mustika juga menambahkan, hewan sehat memiliki bulu yang bersih dan tidak kusam. Masyarakat juga diminta memastikan hewan kurban cukup umur atau poel sesuai syariat Islam.
Ia mengingatkan agar warga berhati-hati terhadap hewan yang dijual terlalu murah mendekati hari raya.
“Kalau semakin mendekati hari raya malah murah, itu perlu diwaspadai, jadi kita sebagai pembeli harus hati-hati dan memilih hewan yang terbaik untuk berqurban ” terangnya.
Dokter hewan lain yaitu drh. Denny Irawan Wardhana mengungkapkan bahwa apabila dalam pemeriksaan setelah penyembelihan, petugas juga sering menemukan kasus cacing hati pada hewan kurban. Namun masyarakat tidak perlu panik karena daging masih aman dikonsumsi selama dimasak dengan benar.
“Kalau seumpamanya hewan sudah disembelih kemudian di organ hatinya ketemu cacing, hatinya diafkir saja. Maksudnya tidak usah dikonsumsi karena tidak layak konsumsi. Tapi untuk daging bagian lainnya tidak masalah, aman,” terang drh. Denny.
Masyarakat pun diimbau memasak daging hingga matang sempurna demi menjaga keamanan pangan saat Idul Adha. DKPPKabupaten Madiun juga memastikan proses pengawasan tidak hanya dilakukan H-10 sebelum penyembelihan, tetapi juga saat pelaksanaan sampai dengan H+3 setelah penyembelihan hewan kurban.
Ini dilakukan untuk memastikan kondisi organ dalam hewan, termasuk deteksi penyakit seperti cacing hati, sehingga daging kurban yang beredar di masyarakat tetap aman dan layak konsumsi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....