Dukung Swasembada Gula, Magetan Ikuti Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon Tebu
- 25 Mei 2026 00:16 WIB
- Madiun
Pemerintah Kabupaten Magetan mengikuti pelaksanaan tanam perdana Program Bongkar Ratoon Tebu Jawa Timur 2026 yang digelar serentak di 11 kabupaten dan 15 titik lahan pabrik gula di Jawa Timur, Sabtu (23/5/2026). Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan produktivitas tebu sekaligus mendukung target swasembada gula nasional.
Kegiatan tanam perdana di Kabupaten Magetan dipusatkan di lahan TR PG Redjosarie, tepatnya di Desa Kledokan, Kecamatan Bendo. Penanaman simbolis dilakukan oleh Nanik Sumantri bersama Direktur Operasional PT Sinergi Gula Nusantara PG Redjosarie Kuntoro Boga Andri, perwakilan Forkopimda, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Program Bongkar Ratoon merupakan inisiatif Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengganti tanaman tebu keprasan atau ratoon tua dengan bibit baru yang lebih unggul dan produktif. Langkah tersebut dilakukan karena produktivitas tanaman tebu yang sudah berulang kali dipanen cenderung mengalami penurunan.
Pelaksanaan tanam perdana dilakukan secara serentak dan terhubung melalui zoom meeting bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta sejumlah daerah penghasil tebu di Jawa Timur.
Dalam arahannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa program tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan swasembada gula nasional. Menurutnya, target pemerintah tahun ini adalah tercapainya swasembada gula konsumsi, sedangkan pada tahun berikutnya diharapkan dapat berlanjut menuju swasembada gula konsumsi maupun industri.
“Target tahun ini adalah swasembada gula konsumsi. Tahun depan secara bertahap diharapkan bisa swasembada gula konsumsi sekaligus gula industri,” ujar Khofifah.
Sementara itu, Bupati Magetan Nanik Sumantri mengatakan Kabupaten Magetan mendapat target program bongkar ratoon seluas 1.500 hektare. Namun untuk tahun ini, realisasi lahan yang telah mengikuti program mencapai sekitar 1.000 hektare.
“Program bongkar ratoon di Magetan total luasannya kurang lebih seribu hektare dari target seribu lima ratus hektare. Mudah-mudahan tahun depan target tersebut bisa terpenuhi,” ujarnya.
Menurut Nanik, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tebu sekaligus kesejahteraan petani. Dengan penggunaan bibit baru yang lebih berkualitas, hasil panen diharapkan lebih optimal dibandingkan tanaman ratoon lama.
“Harapannya tentu produktivitas meningkat dan petani tebu bisa lebih sejahtera,” tambahnya.
Direktur Operasional PT Sinergi Gula Nusantara PG Redjosarie Kuntoro Boga Andri menyebut regenerasi tanaman tebu sangat penting untuk menjaga stabilitas produksi gula nasional. Menurutnya, tanaman ratoon yang terlalu tua dapat menurunkan hasil panen sehingga perlu dilakukan pembaruan secara berkala.
“Dengan pergantian bibit baru, produktivitas tebu akan lebih baik dan kualitas hasil panen juga meningkat,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Forkopimda Magetan, anggota Komisi A dan Komisi C DPRD Magetan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Magetan, serta sejumlah kepala OPD terkait.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....