Nafsu dan Nurani,Tantangan Menjaga Keikhlasan dalam Berbuat Baik
- 24 Mei 2026 12:30 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Salah satu ustadz di Madiun, Prof. Dr.KH. M.Sutoyo, M.Ag menanggapi fenomena memberi dengan harapan balasan. Ia menilai sikap tersebut sebagai bentuk campur tangan nafsu.
“Itu yang tidak nurani namanya nafsu manusia ikut campur dalam urusan kebaikan itu,” ucap Sutoyo dalam sesi interaktif acara Mutiara Pagi Programa 1 RRI Madiun, yang membahas tema menumbuhkan hati nurani, Kamis (21/5/2026).
Meski demikian, ia mengakui bahwa langkah tersebut tetap lebih baik dibanding tidak berbuat baik sama sekali. Ia menjelaskan bahwa kebaikan yang disertai tujuan tertentu bukanlah murni dari hati nurani.
“Kebaikan dengan nafsu itu kebaikan yang kesusu (tergesa gesa, red.). Kalau kebaikan murni dari ilham itu biasanya pertama kali muncul itu ilham dari Allah,” ungkapnya.
Pernyataan ini menegaskan pentingnya introspeksi dalam setiap tindakan baik. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konflik batin sering terjadi ketika manusia dihadapkan pada emosi seperti dendam atau sakit hati.
Menurutnya, perasaan tersebut dapat menumpulkan hati nurani jika terus dipelihara.
“Dendam yang dirawat itu yang menjadikan tumpulnya nurani,” katanya.
Dalam konteks kehidupan sehari-hari, ia juga menyoroti pentingnya membedakan keputusan yang lahir dari nurani dengan yang dipengaruhi nafsu, termasuk dalam pola asuh orang tua.
"Misalnya begini, kalau kita punya anak lalu saya taruh di SMP sana mampu gak dia kan bisa mengukur seperti itu. Jadi Bapak itu seharusnya bisa mengikuti apa yang dikatakan anaknya sehingga bisa merasakan kenyaman belajar. Belajar itu butuh nyaman, bukan butuh bersaing. Kalau nyaman nanti cara berpikir, cara analisa, macam-macam mereka juga aman," tuturnya.
Sebagai penutup, Ustadz Sutoyo mengingatkan bahwa menjaga keikhlasan adalah proses yang terus menerus. Ia menyarankan agar manusia tidak memelihara penyakit hati dan terus mendekatkan diri pada nilai-nilai kebaikan.
"Mari kita tumbuhkan rasa empati pada orang lain, sehingga kita menjadi orang yang baik,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....