Bawa Pesan Damai, 57 Biksu IWFP 2026 Singgah di Kabupaten Madiun

  • 24 Mei 2026 19:32 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun — Sebanyak 57 biksu peserta Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 singgah di Kabupaten Madiun sebelum melanjutkan perjalanan kaki menuju Candi Borobudur dalam rangka peringatan Hari Tri Suci Waisak tahun 2026.

Sebelumnya rombongan biksu tiba di Pendopo Ronggo Djumeno pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB setelah menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki. Para biksu tersebut kemudian melanjutkan perjalanan pada Jumat (22/5/2026). Keberangkatan mereka dilepas oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama jajaran Forkopimda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Perwakilan rombongan biksu, Bhante Tejapuñño Mahāthera, mengatakan perjalanan tersebut dimulai dari Singaraja, Bali dan akan berakhir di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan itu diikuti peserta dari berbagai negara dengan tujuan memperingati Hari Tri Suci Waisak sekaligus menyampaikan pesan perdamaian.

“Menurut hemat kami, kedamaian harapan bagi semua dan tentu sepatutnya diawali dari kesadaran diri masing-masing untuk turut serta menciptakan kedamaian. Jadi kalau kita semuanya bisa menciptakan kedamaian di dalam diri sendiri, maka di dalam keluarga, lingkungan masyarakat, negara, bahkan dunia yang damai juga bisa terwujud. Maka kami mengajak dalam langkah diam ini untuk bersama-sama menciptakan kedamaian,” ujarnya.

Menurutnya, perjalanan kaki yang dilakukan para biksu juga menjadi bagian dari perjalanan spiritual untuk melatih pengendalian diri dan menumbuhkan cinta kasih kepada sesama. Ia menilai, musuh utama manusia bukan berada di luar diri, melainkan di dalam diri masing-masing.

“Kalau kita menaklukkan orang lain, yang terjadi kita nanti akan banyak musuh. Tapi kalau kita bisa menjadi penakluk di dalam diri sendiri akan membawa kesejukan, membawa kedamaian, membawa kebahagiaan bagi semuanya,” katanya.

Sementara itu, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan biksu IWFP 2026 yang membawa pesan perdamaian dalam perjalanan spiritual mereka menuju Candi Borobudur. Ia menilai bahwa kedamaian juga menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan Madiun Sejahtera.

"Untuk mewujudkan Madiun Sejahtera, kedamaian itu salah satu kuncinya. Tidak ada kemajuan tanpa kedamaian. Kedamaian adalah sesuatu yang harus kita wujudkan bersama. Termasuk persatuan di antara kita semua, meskipun kita berbeda agama, berbeda aliran, tapi insyaallah kita harus tetap bersatu untuk mewujudkan Kabupaten Madiun yang sejahtera," ucap Hari.

Ia menambahkan perjalanan para biksu dari Bali menuju Borobudur menjadi contoh semangat pengorbanan dan kebersamaan dalam menyampaikan pesan damai kepada masyarakat. Menurutnya, perjalanan tersebut juga dapat menjadi teladan untuk terus menjaga toleransi, kerukunan, dan semangat persatuan di tengah keberagaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....