Pasar Sepi jelang Iduladha, Omzet Pedagang Turun di Ngawi

  • 22 Mei 2026 05:14 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ngawi - Aktivitas jual beli di sejumlah pasar terpantau lengang meski mendekati Iduladha. Antaralain, kondisi di Pasar Besar Ngawi, Kamis 21 Mei 2026, suasana pasar terlihat sepi. Aktivitas transaksi di sejumlah lapak tidak seramai hari-hari biasanya, meski mendekati momentum Iduladha. Hal ini diduga akibat harga sejumlah kebutuhan pokok yang naik sehingga memengaruhi daya beli masyarakat hingga berdampak pada penurunan omzet pedagang.

Seorang pedagang Pasar Besar Ngawi, Suyatni, menyampaikan kondisi pasar mulai sepi sejak akhir April lalu dan terus berlangsung hingga saat ini. “Sepi banget, Mas. Sudah dua bulan ini kondisi pasar cenderung sepi, sampai menjelang Iduladha masih sepi,” katanya.

Menurut Suyatni, pada tahun-tahun sebelumnya pasar biasanya mulai ramai menjelang Hari Raya Iduladha karena masyarakat mulai berbelanja kebutuhan. Namun tahun ini kondisi berbeda. Hingga mendekati Iduladha, aktivitas pasar masih lesu dan belum menunjukkan peningkatan signifikan.

“Tahun-tahun sebelumnya biasanya ramai. Mungkin karena banyak kebutuhan yang naik sehingga pasar menjadi lebih sepi,” ujar Suyatni.

Diketahui, sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Besar Ngawi juga mengalami kenaikan. Cabai rawit merah saat ini mencapai Rp75 ribu per kilogram, bawang merah Rp70 ribu per kilogram, kacang tanah untuk sambal Rp38 ribu per kilogram, dan minyak goreng kemasan mencapai Rp22 ribu per liter.

Suyatni mengungkapkan akibat sejumlah harga bahan pokok naik juga berdampak pada omzet pedagang. Ia mengeluh omzetnya mengalami penurunan hingga 40 persen.

“Karena harga-harga naik, pasar jadi sepi. Akibatnya omzet kami turun sampai 40 persen dibanding biasanya,” ungkap Suyatni.

Keluhan serupa juga disampaikan Pak To, pedagang grosir cabai rawit dan tomat di Pasar Besar Ngawi. Ia menilai daya beli masyarakat mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. “Kalau hari ini cenderung sepi. Sudah berlangsung beberapa waktu ini situasi pasar sepi,” katanya.

Menurut Pak To, kenaikan harga BBM nonsubsidi juga berdampak terhadap harga kulakan barang dagangan di tingkat pedagang. Dalam kondisi normal, dirinya mampu menjual hingga tiga kuintal cabai per hari. Namun saat ini penjualan turun dan maksimal hanya mampu menghabiskan sekitar dua kuintal per hari. Harapannya kondisi ekonomi segera membaik agar aktivitas pasar kembali normal dan daya beli masyarakat meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....