Pemkab Madiun Gelar Job Fair Bersahaja 2026, 15 Ribu Lowongan Dibuka

  • 20 Mei 2026 08:29 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) menggelar Job Fair Bersahaja 2026 di Pendopo Ronggo Djumeno.

Bursa kerja yang berlangsung pada 19–20 Mei 2026 ini menjadi upaya menekan angka pengangguran.

Tercatat sebanyak 60 perusahaan berpartisipasi dalam bursa kerja tersebut, baik secara luring maupun daring.

Total lebih dari 15 ribu lowongan pekerjaan disediakan, dengan jumlah pendaftar mencapai 4.310 orang dari dalam maupun luar Kabupaten Madiun.

Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, mengatakan pihaknya akan terus mengawal penyerapan tenaga kerja setelah pelaksanaan job fair.

Menurutnya, Disnakerin akan mendata perusahaan yang masih membutuhkan tenaga kerja dan mengajak mereka menawarkan lowongan kerja langsung ke sekolah-sekolah SMK di Kabupaten Madiun.

“Ke depan, kami akan mengawal perusahaan-perusahaan yang masih membuka lowongan kerja. Sesuai arahan Bupati, data kebutuhan tenaga kerja akan dikoordinasikan melalui Disnaker. Selain itu, kami juga akan mengajak perusahaan menawarkan lowongan kerja langsung ke sekolah-sekolah SMK,” ujarnya

Arik menargetkan sebanyak mungkin peserta dapat diterima bekerja melalui agenda tersebut. Ia menambahkan Disnakerin Kabupaten madiun juga siap memfasilitasi pencari kerja yang belum diterima agar tetap memiliki peluang bekerja di perusahaan lain.

“Kalau ada yang masih belum diterima, nanti tetap kita fasilitasi datanya untuk kerja di perusahaan,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyebut job fair digelar sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah daerah dalam rangka memberikan kesempatan kerja khususnya pada masyarakat Kabupaten Madiun.

Dalam sambutannya, Hari menyampaikan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Madiun mengalami penurunan berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS). “Berdasarkan data survei dari BPS tahun 2025, tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 3,22 persen dibanding tahun 2024 yang sebesar 4,32 persen,” paparnya.

“Jumlah pengangguran di Kabupaten Madiun pada tahun 2024 sebanyak 19.285 orang, kemudian turun menjadi 14.710 orang pada tahun 2025. Artinya jumlah pengangguran berkurang sebanyak 4.575 orang,” lanjutnya.

Hari mengatakan pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi pengangguran, di antaranya menghadirkan investor padat karya, pelatihan calon tenaga kerja berbasis kompetensi, serta pelatihan UMKM untuk menciptakan wirausaha baru.

Ia pun mengajak seluruh pihak terus berkolaborasi dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, Hari meminta peserta Job Fair Bersahaja 2026 memanfaatkan kesempatan kerja yang tersedia dengan maksimal dan tidak terlalu memilih pekerjaan. Menurutnya, pekerjaan dapat dari kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk memperoleh pengalaman dan meningkatkan kemampuan kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....