Dugaan Tindak Asusila oleh Oknum Pengasuh Ponpes terjadi di Ponorogo

  • 18 Mei 2026 20:53 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo - Dugaan tindak asusila oleh seorang kiai atau oknum pimpinan salah satu pondok pesantren (ponpes) terjadi di Jambon, Ponorogo. Korban tak lain adalah para santri.

Kuasa hukum korban, Muhammad Ihsan Nurul Huda mengatakan, insiden itu sejatinya telah terjadi bertahun-tahun. Namun para santri saat itu tak berani melapor.

"Atas dasar laporan seorang santri yang pernah bermukim atau mondok disitu, kita dalami dan kita menemukan fakta-fakta yang terjadi, dan kita langsung menuju ke lokasi," ujarnya, Senin (18/5/2026).

"Banyak santriwan santriwati yang mengetahui hal itu akan tetapi tidak berani berbicara dengan alasan powernya pak kiai itu besar. Modusnya adalah disuruh memijat, awalnya seperti itu," tambahnya.

Saat melapor ke Polres Ponorogo, ia turut menyertakan 11 santriwan, terdiri enam santri di bawah umur, selebihnya dewasa. Para korban tidak hanya berasal dari Ponorogo, tetapi juga beberapa daerah di Jawa Tengah.

"Status terlapor ini adalah kiai atau pimpinannya pondok. Yang kita bawa kesini (Polres Ponorogo.red) itu ada anak-anak di bawah umur ada juga yang dewasa. Yang dewasa itu pun mengalami kejadian itu ketika mereka masih remaja," katanya.

Setidaknya ada lebih 35 santriwan santriwati yang bermukim di pondok tersebut. Mereka mondok di lokasi tersebut karena iming-iming sekolah gratis.

"Pengakuan dari santri, disitu seringkali terjadi kejadian yang tidak mengenakkan. Sebagai kuasa hukum kita komunikasikan dengan keluarga anak yang di bawah umur, dan mereka tidak terima sehingga inginnya perkara ini dilanjutkan," jelasnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali membenarkan adanya laporan dugaan tindak asusila tersebut.

"Benar. Kita mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan pencabulan," ungkapnya.

Pihaknya saat ini masih mendalami kasus tersebut. Termasuk jumlah korban atas tindakan terduga pelaku.

"Kami masih melakukan penyelidikan mendalam. Nanti untuk updatenya akan kami sampaikan," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....