Kepengurusan Muda Warnai Pelantikan PAC PDI Perjuangan Magetan 2026-2031

  • 16 Mei 2026 17:10 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar penguatan ideologi perjuangan sekaligus pelantikan pengurus anak cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Magetan periode 2026–2031 di Kantor DPC PDI Perjuangan Jalan Raya Maospati-Magetan, Sabtu (16/5/2026).

Pelantikan kali ini diwarnai dominasi wajah-wajah muda dalam struktur kepengurusan baru. Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Diana AV Sasa, mengatakan lebih dari 35 persen pengurus PAC yang dilantik merupakan anak muda berusia di bawah 35 tahun. Selain itu, keterwakilan perempuan juga mencapai hampir 36 persen.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda untuk berkembang dan mengaktualisasikan diri di PDI Perjuangan, baik di bidang kesenian, olahraga, keagamaan, maupun aktivisme,” ujar Diana.

Menurutnya, regenerasi kader menjadi bagian penting dalam memperkuat mesin partai menghadapi agenda politik mendatang. Meski demikian, fokus utama partai saat ini masih pada penataan struktur organisasi hingga tingkat bawah.

“Kami menyiapkan mesin partai terlebih dahulu dan memperkuat struktur organisasi. Setelah semuanya matang, baru berbicara target kursi pada pemilu mendatang,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga diputar dokumenter Bung Karno sebagai bagian dari penguatan ideologi perjuangan partai. Diana menegaskan kader partai harus memahami sejarah dan tujuan perjuangan bangsa.

“Kita tidak boleh melupakan sejarah dan akar perjuangan bangsa. Tujuan berpartai adalah untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat dan menjaga harga diri bangsa,” ucapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pengurus PDI Perjuangan Jawa Timur, di antaranya Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang juga anggota DPR RI, Budi Sulistyono Kanang, serta sejumlah perwakilan partai politik di Magetan.

Dalam arahannya, Budi menyoroti pentingnya peran media sosial bagi kader partai di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, media sosial saat ini memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir masyarakat sehingga kader partai harus aktif memberikan informasi yang edukatif dan sesuai kondisi nyata di lapangan.

“Media sosial bisa memengaruhi bahkan mencuci otak masyarakat. Karena itu kader partai, terutama struktural PAC, harus aktif memberikan informasi yang riil dan mendidik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan seluruh pengurus PAC wajib memiliki akun media sosial, minimal Instagram, Facebook, dan TikTok, sebagai sarana komunikasi resmi partai kepada masyarakat.

Selain itu, Budi juga mengingatkan kader untuk menjaga integritas dan menjauhi praktik korupsi. Menurutnya, seluruh kader yang mendapat amanah di legislatif maupun eksekutif harus menjalankan tugas sesuai cita-cita perjuangan Bung Karno, yakni untuk mensejahterakan rakyat.

“PAC harus menjadi rumah yang nyaman bagi masyarakat, baik kader maupun bukan kader. Jadi komunikasi langsung tetap penting selain melalui media sosial,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....