Peliknya PAW DPRD Magetan di Tengah Kasus Pokir

  • 13 Mei 2026 13:01 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Pergantian antarwaktu (PAW) kursi DPRD Magetan dari Fraksi PKB kembali menjadi sorotan publik. Hingga kini, kursi yang sebelumnya ditempati Nur Wakhid atau Gus Wahid masih belum memiliki pengganti definitif setelah nama calon PAW, Jamaluddin Malik, ikut tersangkut kasus dugaan korupsi dana pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Magetan.

Ketua KPU Magetan, Noviano Suyide, menjelaskan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima pengajuan baru dari DPRD terkait nama pengganti berikutnya. Menurutnya, proses pengusulan tetap harus dimulai dari partai politik sebelum diteruskan ke DPRD dan kemudian disampaikan secara resmi kepada KPU.

“Setelah Jamaluddin Malik ditetapkan sebagai tersangka, belum ada lagi surat permohonan baru dari DPRD,” ujar Noviano, Rabu (13/5/2026).

Ia menegaskan, KPU tidak dapat menentukan nama pengganti secara sepihak tanpa adanya mekanisme resmi sesuai aturan yang berlaku. Karena itu, pihaknya kini hanya menunggu tindak lanjut dari partai maupun DPRD Magetan.

Sebelumnya, DPRD Magetan sempat mengirim surat resmi kepada KPU untuk meminta penetapan calon PAW berdasarkan nomor urut berikutnya dari hasil pemilu. Dalam proses tersebut, KPU juga melakukan koordinasi dengan pengadilan negeri guna memastikan tidak ada sengketa hukum yang berkaitan dengan proses PAW tersebut.

Noviano mengatakan, sesuai ketentuan PKPU, KPU wajib memberikan jawaban maksimal lima hari kerja setelah surat diterima. Namun sebelum mengeluarkan rekomendasi, KPU harus memastikan seluruh aspek hukum telah clear.

“Setelah kami menerima keterangan dari pengadilan bahwa tidak ada gugatan, KPU kemudian menyampaikan kepada DPRD bahwa nama dengan nomor urut berikutnya adalah Jamaluddin Malik,” jelasnya.

Namun belum lama setelah nama itu diajukan, situasi berubah drastis. Jamaluddin Malik justru diumumkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pokir DPRD Magetan bersama Ketua DPRD Magetan Suratno, Juli Martana, serta beberapa pihak lainnya.

Akibat perkembangan tersebut, proses PAW kembali terhambat dan memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat mengenai siapa sosok yang nantinya akan mengisi kursi kosong di DPRD Magetan. Kasus dugaan korupsi pokir yang menyeret sejumlah nama penting di lingkungan legislatif juga membuat perhatian publik terhadap proses ini semakin besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....