Pemkab Madiun Percepat Penanganan Kasus TBC lewat Kolaborasi Lintas Sektor
- 12 Mei 2026 10:14 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun terus berupaya mempercepat penanganan tuberkulosis (TBC) melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit atau penguatan program TBC dan Penyakit Tidak Menular (PTM), Senin 11 Mei 2026.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun, Hery Setyana, mengatakan capaian penemuan kasus TBC di Kabupaten Madiun tahun lalu masih tergolong rendah di Jawa Timur. Meski demikian, ia mengklaim capaian tersebut mulai mengalami peningkatan dibanding pada tahun ini. Oleh sebab itu, pemerintah daerah mendorong keterlibatan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar penanganan TBC lebih cepat dan menyeluruh.
“Capaian tahun kemarin untuk TB memang masih termasuk rendah di Jawa Timur. Karena itu kami melakukan upaya-upaya seperti rakor ini,” ujarnya.
Hery menjelaskan target penemuan kasus TBC tahun ini mencapai sekitar 1.892 kasus hingga akhir Desember 2026. Hingga saat ini, jumlah kasus yang berhasil ditemukan masih sekitar 360 kasus.
Ia menambahkan Dinkes Kabupaten Madiun akan meningkatkan upaya penemuan kasus TBC salah satunya melalui dukungan mobil rontgen keliling yang direncanakan mulai beroperasi dalam waktu dekat. Mobil tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat skrining dan tracing kasus TBC di masyarakat.
Selain itu, pihaknya juga menggandeng OPD lain untuk membantu penanganan faktor pendukung penyebaran TBC, termasuk kondisi rumah warga yang belum memenuhi syarat kesehatan.
“Targetnya kan ini penemuan kasus kita perbanyak sebanyak-banyaknya. Nanti kalau sudah banyak ditemukan, diobati sembuh. Nanti 2030 kan sudah berkurang. Itu harapannya.,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam penanganan TBC. Ia mendorong OPD lintas sektor ikut bersinergi agar upaya penemuan kasus dan penjangkauan masyarakat bisa berjalan lebih cepat.
“Saya menekankan kepada seluruh pelaksana agar selalu berkolaborasi dengan dinas terkait supaya lebih mudah menjaring masyarakat. Kalau hanya Dinas Kesehatan tentu masih kurang,” tutur Hari.
Pemerintah daerah terus mendorong tracing terhadap warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC agar penularan dapat ditekan lebih dini. “Kalau kita tidak segera lakukan tracing kepada seluruh masyarakat nanti tambah banyak,” lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Madiun berharap percepatan deteksi TBC dan kolaborasi lintas sektor dapat meningkatkan temuan kasus lebih dini, sehingga pengobatan bisa segera dilakukan dan target eliminasi TBC tahun 2030 dapat tercapai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....