DPRD Magetan Harap Segera ada Intervensi Anjloknya Harga Telur

  • 08 Mei 2026 08:31 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.OD, Magetan - DPRD Magetan mendesak pemerintah terutama pemerintah daerah segera turun tangan mengatasi anjloknya harga telur ayam yang dikeluhkan para peternak dalam beberapa waktu terakhir. Dewan menilai hingga kini belum ada langkah konkret dari Pemkab Magetan untuk membantu penyerapan hasil produksi peternak lokal.

Anggota DPRD Magetan Didik Haryono menegaskan pemerintah tidak bisa hanya menyerahkan persoalan harga telur kepada mekanisme pasar. Sebab, kondisi yang terjadi saat ini sudah membuat peternak semakin tertekan akibat tingginya biaya produksi, terutama harga pakan.

“Anjloknya harga telur ini dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya harga pakan yang tinggi akibat situasi global. Selain itu, harga telur juga dipengaruhi tingkat konsumsi masyarakat dan mekanisme pasar,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Meski demikian, menurutnya pemerintah daerah tetap memiliki kewajiban melakukan intervensi untuk melindungi peternak lokal. Intervensi itu dinilai penting agar permintaan telur meningkat dan harga di tingkat peternak kembali stabil.

Ia mengkritik belum adanya kebijakan yang benar-benar berpihak pada peternak, terutama dalam memanfaatkan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Padahal program tersebut dinilai bisa menjadi solusi untuk menyerap produksi telur lokal dalam jumlah besar.

“Pemerintah daerah harus melakukan intervensi untuk mengangkat harga telur. Caranya bagaimana? Permintaan terhadap telur peternak lokal harus ditingkatkan,” katanya.

DPRD juga mendorong Satgas MBG agar tidak hanya menjalankan program secara administratif, tetapi benar-benar mengarahkan mitra pengolah SPPG untuk membeli telur dari peternak lokal Magetan.

“Satgas MBG harus mengarahkan mitra pengolah SPPG mengambil telur lokal dari Magetan. Ini bentuk intervensi yang nyata,” tegasnya.

Ia bahkan menilai sampai saat ini belum terlihat adanya langkah serius dari pemerintah daerah terkait penyerapan telur lokal. Akibatnya, banyak peternak kesulitan menjual hasil produksinya di tengah harga yang terus turun.

“Sepertinya belum ada intervensi seperti itu, sehingga belum banyak pihak yang mengambil telur dari peternak lokal,” pungkasnya.

Diketahui, harga telur di tingkat peternak Magetan saat ini berada di kisaran Rp22.800 per kilogram, jauh di bawah HPP nasional yang mencapai Rp26.500 per kilogram. Kondisi itu membuat banyak peternak mengaku merugi karena biaya produksi tidak sebanding dengan harga jual di pasaran.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....