Madiun Raya 8-10 Mei Cerah Berawan, Potensi Hujan Ringan di Kab.Madiun, Magetan & Ngawi
- 08 Mei 2026 10:49 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk memantau adanya penguatan Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan mengurangi tutupan awan di pagi hingga siang hari. Sehingga menyebabkan radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal. Hal ini tercermin dari dominasi aliran angin timuran pada pola angin zonal di sebagian besar termasuk di Jawa Timur. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk Setiyaris mengungkapkan, pola ini mendukung masuknya massa udara dengan kandungan uap air yang relatif lebih rendah dari Australia ke wilayah Jawa Timur. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa beberapa wilayah mulai berangsur-angsur memasuki periode musim kemarau, dan potensi hujan juga berkurang. Meskipun demikian, perlu dipahami bahwa musim kemarau bukan berarti tidak terjadi hujan sama sekali. Hujan masih dapat turun pada musim kemarau, hanya saja frekuensinya lebih jarang, durasinya lebih singkat, dan intensitas curah hujannya cenderung lebih kecil. Oleh karena itu, musim kemarau tidak identik dengan “nol hari hujan”, melainkan ditandai oleh menurunnya jumlah curah hujan secara umum. Sementara untuk wilayah Madiun Raya dalam 3 hari kedepan cuaca didominasi cerah berawan hingga berawan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas ringan-sedang dalam skala lokal.
“Peningkatan hujan dengan intensitas ringan – sedang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Madiun, Magetan dan Ngawi,” ungkap Setiyaris, Jumat 8 Mei 2026.
Selain itu Setiyaris juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berskala lokal, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Karena itu masyarakat dihimbau untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem. ( Shabrina ).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....