Pembangunan Sekolah Rakyat Ponorogo Direncanakan Dimulai Oktober 2026

  • 08 Mei 2026 11:57 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo - Pembangunan sekolah rakyat (SR) permanen di Ponorogo rencananya akan dimulai Oktober mendatang. Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Sugiarto menyatakan, saat ini prosesnya tengah merampungkan detail engineering design (DED), koordinasi detail, kecukupan perencanaan serta persiapan pematangan lahan.

Pembangunan gedung baru SR itu berlokasi di selatan sirkuit ban bunder atau kawasan Jurang Gandul, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Ponorogo. Lokasi itu sebelumnya masuk kawasan lahan sawah yang dilindungi (LSD), namun sudah dikeluarkan dan mendapat izin dari Kementerian ATR/BPN sejak Februari lalu.

"Progresnya saat ini persiapan pematangan lahan. Prinsipnya perizinan sudah siap secara peruntukan, tata ruang juga sudah siap tinggal koordinasi berkenaan dengan DED dan pematangan lahan," ujarnya, Jum'at (8/5/2026).

Ugin- sapaan akrabnya menjelaskan, lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan SR sementara ini sifatnya pinjam pakai. Ia belum mengetahui pasti skema SR tersebut apakah nantinya diserahkan dari pemerintah pusat ke daerah atau lahan Pemkab yang dihibahkan ke pemerintah pusat.

Sementara itu Kepala sekolah pada SR terintegrasi 5 Ponorogo, Devit Tri Candrawati mengungkapkan secara prinsip pihaknya siap jika sewaktu-waktu berpindah dari gedung lama di kawasan sentra industri kecil menengah (IKM) Tambakbayan ke gedung sekolah baru di kawasan Kelurahan Kadipaten.

"Untuk pembangunan dimulai Oktober, di tahap ketiga. Secara prinsip kami siap, pemerintah daerah juga sangat support terhadap SR di Ponorogo," terangnya.

Jika gedung permanen SR di Ponorogo selesai dibangun, seluruh siswa, tenaga pendidik dan sarana prasarana akan diboyong ke gedung baru. Diupayakan tahun ajaran baru 2027 nanti seluruh proses pembangunan tuntas, sehingga baik ruang kelas, asrama dan fasilitas penunjang lainnya bisa dimanfaatkan.

"Kalau sudah permanen, nanti ada sembilan rombongan belajar (rombel), dan setiap tahunnya satu jenjang 100 siswa," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....