Kenalkan Warisan Budaya, Siswa SMPN 13 Kota Madiun Praktik Membuat Jamu

  • 07 Mei 2026 15:23 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Sebanyak 87 siswa SMP Negeri 13 Kota Madiun mengikuti kegiatan pembuatan jamu tradisional dalam program outdoor learning di D’Jamoe, Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya mengenalkan kembali warisan budaya minum jamu kepada generasi muda.

Kepala SMPN 13 Kota Madiun, Anik Suyatni, menjelaskan kegiatan itu tidak hanya mengenalkan jamu sebagai warisan budaya, tetapi juga memberi pengalaman langsung kepada siswa mengenai proses produksi, pengemasan, hingga nilai ekonomi dari produk herbal tradisional. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuat siswa memahami bahwa kearifan lokal Indonesia juga bermanfaat bagi kesehatan serta memiliki potensi ekonomi.

"Jadi sepulang dari sini harapannya anak-anak itu bisa mendapatkan manfaat. Apa saja bahwa kearifan lokal yang ada di Indonesia ini sebenarnya bermanfaat untuk kesehatan, sehingga harapannya warisan budaya asli Indonesia ini tetap terjaga dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan terinspirasi terus berinovasi untuk bisa menjadi nilai ekonomi yang lebih tinggi lagi," jelasnya.

Anik menambahkan kegiatan praktik membuat jamu juga menjadi penerapan pembelajaran di sekolah. Mulai dari ilmu pengetahuan alam terkait tanaman herbal hingga nilai kewirausahaan dalam proses produksi dan pemasaran.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti demo pembuatan jamu, praktik meracik jamu secara berkelompok, hingga tur ke area produksi. Kegiatan juga dikemas interaktif dengan permainan dan pembuatan konten media sosial agar lebih dekat dengan karakter generasi muda.

Pemilik D’Jamoe, Vivi Al Rizki mengatakan minuman herbal tradisional kini semakin sulit menarik minat remaja karena kalah populer dibanding minuman modern. Karena itu, pendekatan praktik langsung dan permainan dipilih agar siswa lebih mengenal jamu dengan cara yang menyenangkan.

"Jadi sebenarnya kalau kami ini kalau mengajak langsung minum jelas tidak akan menarik. Makanya kita coba dengan games yang seperti tadi, demo terus mereka bikin jamu seperti itu. Harapan kami mereka menjadi suka. Dengan suka itu mereka mau untuk minum jamu," jelasnya.

Vivi berharap kegiatan tersebut membuat anak-anak muda, khususnya Gen Z, lebih mengenal jamu sebagai minuman tradisional yang sehat dan aman dikonsumsi. Dengan demikian budaya minum jamu tetap terjaga di tengah maraknya minuman kekinian.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....