Rehabilitasi Jadi Jalan Pemulihan, Bukan Hukuman bagi Pecandu Narkoba

  • 07 Mei 2026 07:11 WIB
  •  Madiun

RRI. CO. ID, Madiun- Penyalahgunaan narkoba masih menjadi persoalan serius di tengah masyarakat. Tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, narkoba juga dapat menghancurkan masa depan, hubungan keluarga, hingga kehidupan sosial seseorang.

Karena itu, rehabilitasi menjadi langkah penting untuk membantu pecandu narkoba kembali pulih dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Hal tersebut disampaikan dr. Prasetya Rastra Sewa Kottama, S. Ked, Dokter Ahli Pertama BNN Nganjuk, dalam perbincangannya bersama RRI Madiun mengenai pentingnya rehabilitasi bagi pecandu narkoba.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa pecandu narkoba bukan semata-mata pelaku pelanggaran hukum, tetapi juga individu yang membutuhkan pertolongan dan pemulihan.

“Pecandu narkoba adalah orang yang mengalami ketergantungan zat. Mereka membutuhkan penanganan medis, psikologis, dan sosial agar bisa kembali sehat dan produktif,” jelas dr. Prasetya, kemarin.

Ia menerangkan bahwa rehabilitasi merupakan proses pengobatan dan pemulihan secara terpadu untuk membebaskan seseorang dari ketergantungan narkoba. Dalam prosesnya, rehabilitasi tidak hanya fokus menghentikan penggunaan zat, tetapi juga memperbaiki kondisi mental, perilaku, serta kemampuan sosial pasien.

Menurut dr. Prasetya, banyak masyarakat yang masih memiliki stigma negatif terhadap rehabilitasi. Sebagian orang menganggap rehabilitasi sebagai sesuatu yang memalukan atau identik dengan hukuman.

Padahal, rehabilitasi justru menjadi kesempatan bagi pecandu untuk memperbaiki hidupnya.

“Jangan takut menjalani rehabilitasi. Semakin cepat seseorang mendapatkan bantuan, peluang untuk pulih juga semakin besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami ketergantungan narkoba biasanya menunjukkan sejumlah tanda, seperti perubahan perilaku, emosi yang tidak stabil, sulit berkonsentrasi, prestasi menurun, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga mengalami gangguan kesehatan tertentu. Bila keluarga menemukan tanda-tanda tersebut, pendekatan yang dilakukan sebaiknya bukan dengan kemarahan, melainkan dukungan dan komunikasi yang baik.

Dalam rehabilitasi, terdapat beberapa tahapan yang dijalani pasien. Tahap awal adalah asesmen untuk mengetahui tingkat ketergantungan dan kondisi pasien.

Setelah itu dilakukan rehabilitasi medis untuk membantu proses detoksifikasi dan pemulihan fisik. Selanjutnya, pasien menjalani rehabilitasi sosial berupa konseling, pembinaan mental, hingga pelatihan keterampilan agar siap kembali ke masyarakat.

dr. Prasetya menambahkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran sangat besar dalam keberhasilan rehabilitasi. Keluarga diharapkan dapat memberikan motivasi, pendampingan, dan lingkungan yang positif selama proses pemulihan berlangsung.

“Banyak pasien yang berhasil pulih karena adanya dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. Mereka merasa diterima kembali dan memiliki semangat untuk berubah,” katanya.

Selain keluarga, masyarakat juga diharapkan tidak memberikan stigma buruk kepada mantan pecandu narkoba. Menurutnya, stigma justru dapat membuat seseorang kembali terpuruk dan berpotensi mengulangi penyalahgunaan narkoba.

Ia menegaskan bahwa rehabilitasi bukan akhir dari kehidupan seseorang, melainkan awal untuk membangun masa depan yang lebih baik. Banyak mantan pecandu yang akhirnya mampu kembali bekerja, melanjutkan pendidikan, bahkan aktif dalam kegiatan sosial setelah menjalani rehabilitasi dengan baik.

BNN sendiri terus mendorong pendekatan rehabilitasi sebagai bagian penting dalam penanganan penyalahgunaan narkoba. Masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan masalah ketergantungan narkoba diimbau untuk tidak ragu mencari bantuan ke lembaga rehabilitasi atau instansi terkait.

“Narkoba bukan solusi dari masalah. Jika ada yang terjerumus, jangan dikucilkan. Bantu mereka untuk pulih melalui rehabilitasi agar bisa kembali menjalani hidup secara sehat dan bermakna,” pesannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....