Bagaimana Cara Mengurangi Overstimulasi pada Anak?

  • 06 Mei 2026 12:29 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Overstimulasi pada anak menjadi perhatian serius di tengah padatnya aktivitas dan paparan rangsangan yang berlebihan di era modern. Kondisi ini dapat memengaruhi emosi, perilaku, hingga perkembangan anak jika tidak ditangani dengan tepat. Psikolog Robik Anwar Dani menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengelola keseharian anak agar tetap seimbang.

“Beberapa langkah yang harus kita lakukan dengan Menyederhanakan jadwal anak.Tidak semua waktu harus diisi aktivitas. Pilih mana yang paling penting dan mana yang paling mendukung sesuai dengan tahapan usia anak” Dikatakan Robik Anwar Dani,M.Psi. Psikolog yang merupakan founder Psikologanak.id dan juga sekaligus dosen fakultas psikologi UKWMS kampus Madiun saat menjadi narasumber acara Teman Cerita PRO 1 RRI Madiun, Selasa 5 Mei 2026.

Selanjutnya paparan gadget memberikan pengaruh yang sangat signifikan bagi kondisi fisik dan psikis anak. Maka orangtua perlu memberi batas waktu yang jelas terhadap kebiasaan anak dalam melihat gawai. Orangtua harus memberikan batasan dan mengatur sejak dini agar anak tidak kecanduan terhadap gadget.

“Kita juga sebagai orangtua perlu memberikan waktu “jeda” anak, supaya anak bisa rileks tanpa harus memikirkan aktifitas yang menguras tenaga dan otak atau fikiran. Anak harus bisa merasakan bosan karena dengan merasa bosan terkadang kretaifitas anak akan tumbuh” Tambah Robik

Selain itu orangtua juga harus memahami dan berusaha untuk menciptakan lingkungan yang lebih tenang. Lingkungan yang bebas dari kebisinagn dan distraksi apapun. Serta harus selalu mengamati kebutuhan anak, karena setiap anak memiliki batas yang berbeda.

Jika dalam perkembanganya orang tua merasa bingung apakah anak mengalami overstimulasi atau tidak dikarenakan adanya tanda atau gejala overstimulasi, Robik menyarankan orangtua untuk melakukan screening perkembangan. Screening perkembangan sendiri bisa dilakukan oleh psikolog anak, profesional kesehatan mental dokter anak untuk mengetahui apakah anak mengalami overstimulasi atau understimulasi.

Diakhir obrolan Teman Cerita, Robik mengajak orangtua untuk selalu memahami dan memperhatikan perkembangan anak, bukan hanya tentang seberapa banyak yang diberikan, tetapi seberapa tepat dan seimbang. Anak tidak hanya membutuhkan rangsangan untuk berkembang, tetapi juga membutuhkan ketenangan untuk memproses. Ketika orang tua mampu menemukan keseimbangan tersebut, di situlah anak memiliki ruang untuk tumbuh secara lebih sehat, baik secara emosional maupun psikologis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....