Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Ponorogo Perkecil Ukuran
- 04 Mei 2026 13:00 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ponorogo - Kenaikan harga kedelai impor di pasaran dikeluhkan produsen tempe di Ponorogo. Perajin tempe di Kelurahan Ronosentanan, Kecamatan Siman, Ponorogo, Hadi Prayitno menyatakan, dampak kenaikan harga itu ia menyiasatinya dengan memperkecil ukuran tempe.
Ia tak berani menaikkan harga karena khawatir pembeli berkurang. Sebelumnya harga plastik juga naik imbas perang di Timur Tengah.
"Sangat berdampak apalagi ditambah harga plastik naik, kedelainya juga naik, jadi tidak ada jalan lain selain menyiasati. Jadi ukuran tempe dikurangi sedikit lah, dari 380 gram, sekarang 350 gram," katanya, Senin (4/5/2026).
Hadi menyatakan, sebelum harga kedelai naik ia membutuhkan 3 kwintal kedelai dalam sehari untuk memproduksi tempe. Namun saat harga naik, jumlah produksinya pun berkurang menjadi 2 hingga 2,5 kwintal.
Ia sengaja memilih kedelai impor karena stok kedelai lokal di pasaran juga terbatas. Alasan lain, kedelai impor lebih banyak hasil produksinya alias lebih 'babar' ketimbang kedelai lokal.
"Kalau harga sama sih, kalaupun selisih ya nggak banyak. Yang jelas lebih babar impor," tegasnya.
Harga tempe merek 'Laris' milik Hadi pun bervariasi. Mulai Rp2.500, Rp4.000, serta Rp5.000 per biji.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....