Tips Memilih Daycare Aman dan Sehat secara Psikologis
- 03 Mei 2026 13:47 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Kasus dugaan penganiayaan anak di sebuah daycare di Yogyakarta baru-baru ini menjadi perhatian luas masyarakat. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran orang tua sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya selektif dalam memilih tempat penitipan anak (daycare).
Psikolog sekaligus dosen Psikologi dari UWKMS Kampus Madiun, Robik Anwar Dani, M.Psi., menegaskan bahwa memilih daycare bukan perkara sepele. Orang tua perlu memastikan bahwa lingkungan yang dipilih benar-benar aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak secara fisik maupun psikologis.
“Pertama, perhatikan rasio pengasuh dan anak. Terlalu banyak anak dengan sedikit pengasuh meningkatkan risiko pengabaian. Kedua, amati interaksi, bukan hanya fasilitas. Apakah pengasuh responsif, hangat, dan sabar atau tidak,” ujar Robik saat menjadi narasumber dalam program Teman Cerita di PRO 1 RRI Madiun, kemarin.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sistem pengawasan yang jelas. Transparansi dalam pengelolaan daycare menjadi indikator penting untuk memastikan keamanan anak selama berada di tempat tersebut.
“Orang tua juga perlu memeriksa legalitas dan kredibilitas daycare. Tempat yang baik memiliki izin resmi serta standar operasional yang jelas,” tambahnya.
Tak kalah penting, lanjut Robik, adalah memperhatikan cara pengasuh merespons emosi anak. Daycare yang sehat secara psikologis akan menenangkan anak ketika terjadi masalah, bukan justru memarahi atau mengabaikan.
Proses adaptasi anak di awal masa penitipan juga menjadi perhatian. Daycare yang berkualitas tidak akan memaksakan anak untuk langsung berpisah dari orang tua tanpa proses penyesuaian yang bertahap.
Sebagai langkah terakhir, orang tua diimbau untuk selalu mendengarkan respons anak setelah pulang dari daycare. Perubahan perilaku anak di rumah dapat menjadi indikator penting apakah anak merasa nyaman atau justru mengalami tekanan selama di tempat penitipan.
"Dengan meningkatnya kesadaran orang tua, diharapkan kasus serupa tidak terulang dan setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman serta mendukung perkembangan emosionalnya," jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....