Peringati May Day, Buruh Madiun Raya Sampaikan 10 Tuntutan Rakyat

  • 01 Mei 2026 15:09 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun - Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, puluhan massa yang tergabung Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR), elemen mahasiswa, serta masyarakat menggelar aksi unjuk rasa, Jumat (1/5/2026) pagi. Dalam aksi yang berlangsung di Alun-alun Kota Madiun itu, para peserta menyuarakan aspirasi mereka melalui "Sepultura" atau Sepuluh Tuntutan Rakyat.

Ketua SBMR Aris Budiono mengatakan, pada momentum May Day ini mengangkat beberapa isu.

“Seperti isu nasional, yakni sama merek, sama kerja, sama upah,” ujar dia.

Hal ini disampaikan, karena disparitas upah antara wilayah ring satu seperti Surabaya dengan Madiun yang tinggi.

"Upah di Madiun sesuai UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) hanya Rp2,5 juta, sementara upah di Surabaya Rp5 juta lebih,” ucapnya.

Massa juga membawa tuntutan regional terkait tarif ojek online.

“Kami menuntut, pemberlakuan Peraturan Gubernur tentang tarif khusus ojek online per kilometer Rp3.800, karena sekarang oleh aplikasi itu masih diberlakukan Rp2.000 per kilometer,” tambahnya.

Di tingkat lokal, SBMR mendesak Dinas Perdagangan Kota Madiun untuk segera menerbitkan Tanda Daftar Usaha (TDU).

“Isu lokal, kami minta stop relokasi PKL (Pedagang Kaki Lima), dan Dinas Perdagangan untuk segera menerbitkan TDU,” benernya.

Dalam aksi, Aris juga menyebutkan “Sepultura” atau Sepuluh Tuntutan Rakyat. Di antaranya ada hentikan diskriminasi upah; hentikan disparitas yang tidak adil; bangun sistem ketenagakerjaan yang adil, inklusif, dan bermartabat; wujudkan undang-undang ketenagakerjaan yangberpihak pada buruh;

Berikutnya pekerja penyandang disabilitas di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi); pendidikan dan kesehatan gratis bagi masyarakat; turunkan harga kebutuhan pokok; tanah dan air untuk kesejahteraan rakyat.

“Serta, laksanakan keputusan Gubernur Jawa Timur tentang tarif angkutan sewa Provinsi Jawa Timur; dan terbitkan TDU bagi PKL di seluruh Kota Madiun,” jelasnya.

Salah satu peserta aksi memperingati May Day berorasi. Mereka menyampaikan tunutan, salah satunya hentikan diskriminasi upah. (Foto: Aris D.K/RRI Madiun)

Sementara itu, Kasi Humas Polres Madiun Kota Ipda Aris Yunandi mengatakan, seluruh rangkaian peringatan May Day di Kota Madiun berjalan dengan aman dan kondusif. Dia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah memberikan izin dan pengamanan di dua titik lokasi. “Pertama di Alun-alun dan nanti akan bergeser di makam Kelurahan Rejomulyo,” ujar dia.

Aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Setelah berorasi selama kurang lebih satu jam di Alun-alun, massa kemudian bergeser menuju Makam Rejomulyo, untuk melakukan ziarah di makam Beno Widodo, salah satu tokoh buruh dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....