May Day di Ponorogo Digelar Sederhana, SPSI Soroti Kesejahteraan Pekerja

  • 01 Mei 2026 11:22 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo - Peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional di Ponorogo digelar sederhana, di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat, Jum'at (1/5/2026). Pada peringatan itu, Pemkab bersama serikat pekerja seluruh Indonesia (SPSI) Ponorogo melibatkan ratusan calon pekerja migran Indonesia (C-PMI).

Ketua SPSI Ponorogo, Eko Nugroho mengatakan, pekerja memilih melaksanakan aksi damai ketimbang demontrasi. Itu sebagai bentuk keprihatinan atas situasi geopolitik yang terjadi saat ini, sekaligus menindaklanjuti imbauan dari Disnaker Jatim agar mengemas May Day tanpa euforia.

Eko tak memungkiri, kesejahteraan pekerja menjadi hal yang harus diperhatikan. Apalagi diakuinya, masih banyak pengusaha di Ponorogo yang belum memberikan gaji karyawannya sesuai upah minimum kabupaten/kota (UMK).

"Hingga saat ini kami berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, agar bisanya kami turun ke lapangan agar masing-masing perusahaan tetap tunduk terhadap keputusan Gubernur Jatim terkait penetapan UMK 2026. Kami berharap seluruh pengusaha memberikan upah sebagaimana diatur sesuai SK Gubernur Jatim," katanya.

Sementara itu Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita menegaskan, pemkab akan merumuskan skema agar para pengusaha di Bumi Reog bisa menggaji karyawannya sesuai UMK.

"Mohon maaf untuk hari ini, lapangan pekerjaan kan memang nggak banyak. Jadi mungkin ada beberapa pengusaha yang memberi gaji dibawah UMR, jadi disitu kita harus pahami dulu lah, tapi kita bersama SPSI dan Disnaker akan merumuskan bagaimana agar semuanya bisa mendapatkan gaji sesuai UMR," tegasnya.

Seperti diketahui, peringatan Hari Buruh atau May Day di Ponorogo tahun ini digelar sederhana. Adapun bentuk kegiatannya di antaranya sarasehan, senam, donor darah dan santunan anak yatim.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....